Berita

now browsing by category

 

Keajaiban Leicester City FC : 3 Pelajaran Kunci tentang Sukses dan Passion

Gambar diambil dari http://strategimanajemen.net/apps23/wp-content/uploads/2016/05/leicester-behind-scenes_3431711.jpg

Batulicin, 9 Mei 2016

Setiap Senin pagi, saya selalu menerima kiriman email dari blog http://strategimanajemen.net/ yang dikelola oleh Yodhia Antariksa. Isinya selalu bagus, terutama mengenai human resource (motivasi), dan sering saya jadikan bahan dan rujukan untuk memberikan motivasi kepada karyawan di PT Nusantara Batulicin. Bahasanya sangat membumi, santai, renyah, selalu cocok menjadi teman minum kopi / teh di pagi hari, mak sruput……

Artikel kali inipun sangat pas dengan kondisi SDM di PT Nusantara Batulicin, yang saat ini sedang bersemangat untuk berpacu dalam produksi, dalam rangka mengejar mimpi menjadi perusahaan yang memiliki daya saing tinggi.

YES! KITA BISA! Inilah yel-yel yang selalu diteriakkan oleh seluruh karyawan setiap pagi, sebelum memulai kegiatan.

Kembali ke artikelnya pak Yodhia diatas, menceritakan bagaimana Leicester City yang mewakili stereotip miskin, penurut, dan lemah tak berdaya, sukses menjadi juara, setelah mampu menarik simpati banyak pihak di sekitarnya. – See more at: http://strategimanajemen.net/2016/05/09/keajaiban-leiceter-city-3-pelajaran-kunci-tentang-sukses-dan-passion/#comment-196889

Para rival yang secara teknis lebih kaya, lebih kuat, dan memiliki posisi tawar lebih tinggi, di akhir musim justru mendukung si lemah itu untuk mengukir sejarah.

Sepakbola adalah miniatur organisasi. Di sana secara lengkap tersaji strategi organisasi, pemilihan struktur, penempatan personel, pengembangan pemain, motivasi, kerjasama, kegairahan, target, dan menang atau kalah.

Maka, dari kemenangan Lecester City ini, kita bisa bercermin kembali, mengapa mereka bisa sukses.

LCFC jelas memberikan pelajaran bahwa modal uang saja tidak bisa membeli kesuksesan.

Ada hal-hal yang jauh lebih berperan bagi kesuksesan organisasi dan bisnis. Apakah itu?

Kerja Sama.
“Fans seperti tomat. Tanpa tomat, tidak akan ada pizza.”

Sebuah ungkapan sederhana dari Claudio Ranieri ini menggambarkan betapa dirinya sangat menghargai setiap elemen dalam organisasi, bahkan kepada penonton yang kalau dalam proses bisnis, penonton ini bukan pelaku utama dalam keberhasilan organisasi.

Kalau dalam organisasi dikenal adanya critical position dan supporting position, jelas penonton tidaklah masuk dalam critical position. Tapi Ranieri menganggap bahwa tanpa adanya penonton, organisasi tak bisa eksis.

Psikologi mengenal adanya istilah Kohesivitas. Ini adalah nama lain dari teamwork. Carron mendefinisikan teamwork sebagai proses dinamik yang menggambarkan kecenderungan sebuah kelompok yang tetap bersatu dan tetap pada kebersamaan tujuan dan sasaran.

Sebuah team atau kelompok dikatakan kohesif jika memiliki tanda-tanda sebagai berikut: adanya saling ketergantungan antar anggota, hubungan yang stabil antar anggota kelompok, perasaan bertanggung jawab terhadap hasil usaha kelompok, berkurangnya ketidakhadiran, dan kemampuan bertahan terhadap gangguan.

Ciri-ciri ini ada semuanya di Leicester City. Tidak adanya pemain yang berstatus ‘sangat bintang’ membuat mereka harus berkolaborasi untuk menghasilkan kinerja yang terbaik.

Si Rubah adalah organisasi yang sangat fokus pada tujuan. Statistik mereka yang menggambarkan kinerja proses bukanlah yang terbaik. Penguasaan bola kurang dari 45%, rata-rata jumlah umpan dalam satu pertandingan masuk katergori 5 tim terbawah, akurasi umpannya pun memprihatinkan unutk ukuran kampiun liga besar dunia.

Namun mereka mampu mengeksploitasi keunggulan kompetitif mereka untuk mendapatkan kinerja hasil yang maksimal.

Di sini prinsip pareto berlaku. Bahwa siapapun yang mampu mengoptimalkan 20% keunggulan kompetitif pada bisnis utama, memiliki peluang keberhasilan 80%. Keunggulan kompetitif mereka adalah kecepatan pemain-pemainnya.

Tak tanggung-tanggung, mereka menyumbang 4 pemain dengan kecepatan tertinggi di Premier League dan 3 posisi teratas diduduki pemain mereka, sementara yang peringkat keempat adalah eks akademi Leicester.

Keunggulan kedua adalah pertahanan yang solid. Hal ini ditandai dengan kiper mereka, Kasper Schmeicel mencatat clean sheet (tidak kebobolan dalam satu pertandingan) di posisi keempat terbaik. Sedangkan bek mereka, Kante, adalah pemain tersukses dalam melakukan intersep dan tekel dibanding bek-bek tim lain.

Jadi yang merela lakukan adalah bertahan dengan baik, tak memainkan bola terlalu lama, mengirimkan bola-bola daerah dan langsung maju ke depan dengan kecepatan pemain-pemain mereka, untuk menghukum tim lawan melalui serangan balik. Ini tak akan berhasil jika mereka tidak melakukan kerjasama dengan baik.

Resiliensi.
Saya mengenal istilah ini dari Handry Santriago (CEO GE) beberapa tahun lalu ketika menceritakan kisah sukses beliau.

Salah satu yang sangat membekas adalah cerita tentang resiliensi ini. Ia menyebutkan bahwa kunci sukses dirinya adalah ability to bounching back <kemampuan untuk bangun kembali setelah mengalami kejatuhan>

Ada dua pilihan ketika jatuh, menjadi karung pasir atau menjadi bola bekel. Kantong pasir ketika jatuh tidak ke mana-mana. Namun bola bekel berbeda. Ketika dijatuhkan ke lantai, dengan kelenturannya dia akan memantul. Semakin keras didorong atau dijatuhkan ke lantai, semakin tinggi bola itu melenting.

Leicester City jangan ditanya. Dia adalah simbol tim yang teraniaya. Musim sebelumnya harus berjuang mati-matian hanya untuk bisa bertahan di Liga Primer. Awal musim harus kehilangan pelatih karena masalah non teknik.

Namun mereka mampu bangkit dari keterpurukan itu dan hasilnya adalah kesuksesan. Cerita-cerita sukses semacam ini sangat sering kita jumpai.

Passion.
“Resep paling penting itu semangat tim. Kedua, para pemain dapat menikmati sesi latihan. Ini penting supaya mereka bisa bekerja keras sekaligus menikmatinya,” ungkap Ranieri.

Kutipan ini menggambarkan bahwa tim ini diliputi oleh semangat yang tinggi, yang terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Semangat itu dijaga secara konsisten baik di latihan maupun di pertandingan.

Hanya semangat di salah satu bagian saja tidak akan sukses. Misalnya hanya semangat di latihan, dengan target terpilih di starting line up, tidak akan membawa kesuksesan tim di pertandingan sesungguhnya. Sedangkan semangat saja di pertandingan tidak cukup.

Tim yang sukses dalam jangka panjang membutuhkan Myelin yang memadai.

Myelin, istilah dari Rheinald Kasali, atau membangun otot kerja secara intensif melalui latihan yang spartan. Maka, myelin tidak akan cukup terbentuk jika tidak dilatih dengan semangat. Jika Myelin organisasi tidak kuat, maka ketika pertandingan pun tidak akan maksimal. Istilah iklannya, Semangat aja Tidak Cukup.

Tiga hal itu adalah sebagian kecil dari banyak hal yang membawa kesuksesan Leicester City.

Menurut Ranieri, “Setelah Anda harus melakukan segalanya dengan benar, tapi seperti sejumput garam di dalam pizza, Anda butuh kemujuran.”

Sepakat dengan hal tersebut, Leicester City adalah sebuah keberuntungan.

Namun ini adalah Keberuntungan versi Thomas Jefferson yang mengatakan, “Saya sangat percaya pada keberuntungan. Semakin keras saya bekerja, semakin besar saya memiliki hal itu.”

Jadi, tidak ada keberuntungan tanpa usaha dan kerja keras.

http://strategimanajemen.net/2016/05/09/keajaiban-leiceter-city-3-pelajaran-kunci-tentang-sukses-dan-passion/#comment-196889

Bagaimana dengan PT Nusantara Batulicin?

Sebagai perusahaan yang baru berumur 4 tahun, dengan modal yang sangat terbatas, apalagi setelah mengalami kerugian besar akibat diterpa badai merosotnya harga karet di tahun 2014 – 2015. Mengawali tahun 2016 ini dengan berbekal modal tipis, namun dengan semangat besar. Keberuntungan juga merupakan modal besar, karena saat ini harga karet mulai membaik.

Dalam hal ini PT NB memiliki keunggulan yang akan dieksplorasi dalam mencaai tujuan.

Kerjasama / Teamwork. Untuk yang satu ini merupakan salah satu keunggulan di PTNB.

Budaya kerja di PTNB yang terakhir ini dipupuk dan diakselerasi hingga menjadi budaya adalah Kerjasama. Karyawan memandang bahwa tujuan akhir perusahaan merupakan mimpi karyawan. Setiap karyawan akan melihat kelompok mana yang mengalami kesulitan dalam mencapai target, maka kelompok lain tanpa dikomando akan dengan cepat memberikan bantuan. Tidak heran kalau melihat di PTNB, seorang Satpam membantu mengemas karet, atau seorang petugas akuntansi juga ikut menimbang karet. Di PTNB tidak ada spesialisasi, hampir semua operator juga menjadi mekanik.

Seorang sopir truck, pada saat truck sedang mengisi remahan, maka dia akan turun dari trucknya dan mengontrol bak blending dan conveyor, atau langsung beralih menjadi operator loader untuk mengumpan bahan.

Karyawan memahami bahwa sasaran akhir perusahaan merupakan tanggung jawab seluruh jajaran, termasuk karyawan di lini bawah. Bila sasaran akhir perusahaan tidak tercapai, maka karyawan yang terbawah juga akan menanggung akibatnya.

Resiliensi / daya tahan. Hal inipun juga merupakan cambuk yang telah dirasakan oleh PTNB pada awal operasional perusahaan di tahun 2014-2015 dengan terpuruknya harga karet dunia dan tidak diperolehnya pinjaman modal kerja dari Bank.

Cambuk tersebut tidak menjadikan karyawan PTNB menjadi jera, justru menjadi lebih kuat. Kalau harga karet dunia turun, berarti harus lebih mengencangkan ikat pinggang. Kalau tidak mendapat modal kerja dari Bank, berarti harus memberdayakan modal sendiri walaupun sangat tipis, asal perputarannya bisa cepat, pasti akan berkelanjutan dan berkembang. Kuncinya ada di kepercayaan pelanggan, baik penjual bahan baku (bokar) maupun pembeli produk akhir (SIR).

Dengan bekal Resiliensi dan kepercayaan pelanggan, maka mulai bulan Mei 2016 ini PTNB bertekad untuk mengembangkan kapasitas produksi 2 kali lipat. < walaupun dengan modal finansial sangat-sangat terbatas, tapi semangat yang berlimpah >. Kedengarannya bombastis banget. Tapi itulah yang terjadi, sehingga tidaklah heran jika proses pembelian bahan baku tersendat-sendat karena kurangnya modal kerja. Beruntunglah karena pelanggan masih menaruh kepercayaan terhadap PTNB. Sehingga pada saat dana tersedia, berbondong-bondonglah penjual bokar berdatangan.

Kondisi demikian juga meningkatkan semangat kerja karyawan. Mereka sudah memahami bahwa semakin tinggi produksi maka daya saing perusahaan akan makin tinggi juga. Secara otomatis karyawan akan menetapkan sendiri target produksinya semaksimal mungkin.

Passion. Seluruh karyawan sudah membayangkan bahwa PTNB akan berhasil. Mereka merupakan generasi muda dengan masa kerja yang masih akan panjang, 25 – 30 tahun lagi. Pondasi-pondasi keberhasilan itu harus dibangun mulai saat ini. Itulah yang menjadi passion mereka.

Kepada karyawan pada saat apel pagi, sering diingatkan bahwa untuk bisa sukses maka VISI harus digantung di langit-langit kamar, sehingga menjelang tidur, bahkan mudah-mudahan akan terbawa ke mimpi, apa yang menjadi VISI tsb akan selalu terbayang.

Bahkan mestinya bukan hanya digantung di langit-langit kamar, tapi digantung di dahi tepat 5 cm di depan mata < kata Genta dalam film Indonesia “5 Cm”>.

Passion in pula yang menjadi penyemangat karyawan setiap hari dengan meneriakkan yel : “YES! KITA BISA!”

Di tengah-tengah persaingan dengan perusahaan karet sekitar yang bermodalkan kuat dan berpengalaman bertahun-tahun, siapa takut?

Semoga.

<sg>

 

Mutu Produksi

  • Untuk menjaga keberlangsungan perusahaan di tengah persaingan industri karet dunia, PT Nusantara Batulicin sangat memperhatikan kepuasan pelanggan melalui kepercayaan terhadap mutu karet yang dihasilkan.
  • Penjaminan kualitas diawali sejak penerimaan bahan baku, pengolahan, pengepakan, penyimpanan di gudang, pengiriman ke Pelabuhan Batulicin, Pelabuhan Surabaya, hingga barang diterima pembeli.
  • Pada saat ditemukan penyimpangan kualitas (produk rusak, kemasan rusak, kontaminan), maka perusahaan langsung menanganinya, misalnya dengan menarik dan mengganti barang terkirim, dan menjadikan kejadian ini sebagai umpan balik untuk perbaikan.
  • Persyaratan perijinan produk, meliputi Tanda Pengenal Produsen, Sertifikat SNI, Sertifikat ISO, telah didapatkan, demikian juga persyaratan perdagangan luar negeri, meliputi Nomor Induk Kepabeanan, Kesepakatan Pertukaran Data Elektronik dengan Bea Cukai.
  • Pembentukan budaya mutu dan kepercayaan pelanggan secara konsisten ditanamkan terus kepada karyawan.

Sertifikat SNISertifikat ISO2Sertifikat ISO1???????????????????????????????IMG-20140807-0327615-SIR belum dikemas

Berpacu Dalam Produksi

Karang Bintang, 7 Mei 2016

Setelah operasional pabrik secara normal sejak Mei 2015 hingga April 2016 (selama 1 tahun), PTNB harus bergerak menuju operasional ideal, yaitu mengolah karet dengan kapasitas 40 ton karet kering per hari. Target ini harus dicapai agar PTNB dapat bersaing, baik dalam perolehan bokar maupun penjualan SIR20. Untuk ini pabrik harus beroperasi 20 jam per hari dengan kapasitas 2 ton per jam.

Tentu saja langkah ini tidak serta merta dijalankan, dengan merekrut tenaga kerja untuk memenuhi formasi 2 shift. Harus dipersiapkan segala sesuatunya. Di segi pengolahan, selama setahun operasional telah terbukti bahwa peralatan pengolahan mampu beroperasi 10 jam per hari, kebutuhan bahan baku bokar sebanyak 350 ton per bulan dapat terpenuhi, jaringan pemasaran telah siap menyerap produksi 500 ton per bulan.

Tetapi, apakah pabrik mampu beroperasi 20 jam per hari, apakah dapat tersedia bahan baku sebanyak 850 ton per bulan, dan apakah pembeli / pelanggan mampu menyerap 1.000 ton per bulan?

Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2016 telah direncanakan bahwa operasional pabrik selama 20 jam per hari akan mulai dilaksanakan bulan Juli 2016. Untuk ini perlu dipastikan kesiapan peralatan pabrik, potensi perolehan bahan baku dan potensi ketersediaan pasar SIR20.

Untuk kesiapan peralatan pabrik, sejak tanggal 24 Mei 2016 telah mulai dilakukan ujicoba (pendahuluan) mengoperasikan pabrik selama 18 jam per hari ( 2 shift). Karena bersifat ujicoba, belum dilakukan penambahan karyawan.

Sementara formasi pengolahan dipenuhi dari tenaga kerja yang ada. Seluruh karyawan mendukung, sehingga karyawan non-pengolahan ikut membantu program ini dengan masuk menjadi regu pengolahan. Anggota Satpam, Petugas Kantor, Petugas Lab, Mekanik, semua ikut menjadi operator pengolahan, agar pabrik dapat mencoba beroperasi selama 18 jam per hari.

Setelah ujicoba berjalan selama 2 minggu, ditetapkan bahwa mulai Senin,9 Mei 2016, pabrik akan beroperasi selama 20 jam per hari dengan merekrut tambahan tenaga kerja sebanyak 14 orang.

Dengan dukungan seluruh karyawan, yang berkeyakinan bahwa PTNB merupakan masa depan mereka, maka manajemen berkeyakinan bahwa dalam tahun 2016 PTNB siap untuk mengembangkan diri dengan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih peluang-peluang semaksimal mungkin.

Yes! Kita Bisa!

 

 

Petugas Kantor yang membantu pengemasan di shift malam

Petugas Kantor yang membantu pengemasan di shift malam

Anggota Satpam tidak mau ketinggalan membantu penimbangan bandela.

Anggota Satpam tidak mau ketinggalan membantu penimbangan bandela.

Anggota Satpam membantu pembongkaran bandela.

Anggota Satpam membantu pembongkaran bandela.

Walaupun pengalaman pertama masuk malam, hingga pagi masih tetap bersemangat.

Walaupun pengalaman pertama masuk malam, hingga pagi masih tetap bersemangat.

Antrian bokar, siap mendukung program PTNB

Antrian bokar, siap mendukung program PTNB

 

Self of Belonging Karyawan PTNB

Batulicin, 27 Maret 2016

Sesuai visi PTNB bahwa menjadi perusahaan yang memiliki daya saing, maka budaya mutu haruslah menjadi landasan perilaku karyawan. Untuk membentuk suatu budaya, diperlukan waktu yang panjang, bertahun-tahun, mulai dari instruksi – sosialisasi – implementasi – internalisasi – budaya. Pada setiap tahapan proses tersebut akan selalu ada upaya untuk menghambat, terutama dari karyawan atau pihak yang tidak menghendaki adanya perubahan. Hambatan pada setiap proses akan menyebabkan proses harus mundur ke tahap sebelumnya, sehingga itulah mengapa suatu budaya baru akan terbentuk setelah bertahun-tahun menjadi kebiasaan di suatu komunitas atau organisasi atau perusahaan.

Untuk menghindari adanya hambatan-hambatan tsb, haruslah ada komitmen seluruh karyawan untuk membangun budaya mutu. Komitmen yang didasari dengan disiplin tinggi dan rasa ikut memiliki perusahaan yang kuat, karena menyangkut keberlangsungan masa depan karyawan PTNB yang masih muda-muda.

Dalam pengelolaan SDM, PT Nusantara Batulicin menerapkan azas keterbukaan, egaliter, dan kebebasan berekspresi.

Dengan jumlah karyawan yang hanya 55 orang, setiap karyawan bebas berkomunikasi dan menyampaikan pendapat, bahkan dengan Pejabat Puncak. Sesuai dengan komitmen Manajemen, bahwa pemimpin-pemimpin direkrut dari karyawan yang ada, dipilih yang terbaik melalui tes tertulis dan wawancara. Dengan demikian setiap karyawan akan melihat dan merasa bahwa selalu ada kesempatan untuk meningkatkan karir di PTNB.

Visi perusahaan bukan hanya merupakan cita-cita pendiri perusahaan, tetapi juga merupakan cita-cita seluruh karyawan yang masa kerjanya masih panjang, 25 – 30 tahun lagi. Dengan demikian dalam setiap penyelesaian masalah operasional atau pengerjaan suatu proyek, karyawan tidak lagi terkotak-kotak dalam stasiun atau bagian. Mereka memiliki satu tujuan yang harus dicapai. Tidak mungkin stasiun pengepakan dapat mencapai tujuan perusahaan bilamana tidak didukung atau dibantu oleh stasiun lainnya.

Bukan hanya dalam alur proses yang saling mendukung ; bahkan pada operasional sehari-hari nampak sekali bahwa karyawan PTNB menjadi satu kesatuan. Karyawan tahu bahwa jumlah karyawan kurang dari norma sebelumnya, namun mereka menyadari bahwa penambahan karyawan akan menjadikan biaya olah semakin tinggi.

Sehingga tidaklah mengherankan bilamana ada seorang mekanik yang sehari-hari harus merangkap tugas operator Forklift, operator Loader, sopir truck, dan lain-lain. Ada seorang operator panel yang pada saat pabrik tidak mengolah, dia bergabung dengan Tim Mekanik. Demikian juga karyawan lainnya. Bahkan termasuk juga untuk pekerjaan-pekerjaan yang bukan menjadi bidangnya, misalnya mengaduk semen, mengecor lantai, menanam bunga, memotong rumput, dan sebagainya. Semuanya dilaksanakan dengan gembira dan hati ikhlas.

Kalau sudah demikian, apakah pembentukan budaya mutu di PTNB akan memerlukan waktu bertahun-tahun?

Pada gambar-gambar dibawah ini, menunjukkan bagaimana karyawan PTNB bekerja tidak berdasarkan job desc atau jabatan, tetapi berdasarkan kebutuhan perusahaan.

IMG20160317135821

Karyawan Stasiun Raw Material mengecor lantai yang keropos, untuk menghindari terjadinya kontaminan. Tidak perlu diborongkan.

IMG20160319105448

Mas Qoirul Anwar, Raw Material Foreman, asyik mengecat tiang Gudang Penerimaan Bokar di kala senggang. Biar lebih cantik, pak.

IMG20160319131345

WH and Marketing Supervisor tidak mau ketinggalan ikut ambil bagian untuk mempercantik kantor. Tidak harus menyuruh anak buah, semua bekerja dan bekerja.

IMG20160321112028

Karyawan menyadari bahwa keberlangsungan perusahaan sangat tergantung pada daya saing, antara lain daya saing mutu. Untuk menjamin mutu SIR20, lantai gudang SIR dilapisi plat baja, dikerjakan ramai-ramai oleh Tim Gabungan.

IMG20160321112718

Ada yang belajar jadi tukang bangunan. Yang penting ikut menjadi bagian.

IMG20160321113235

Ada juga yang bertugas mengaduk semen dan pasir.

IMG20160324065748

YES !! KITA BISA !!

<sg>

Mari Menanam Pohon

Batulicin, 11 Desember 2015

Bertempat di kawasan objek wisata Goa Liang Bangkai Desa Dukuh Rejo Kecamatan Mantawe, pada hari Jumat, 11 Desember 2015, telah dilaksanakan peringatan “Hari Menanam Pohon Nasional Tahun 2015”, dengan target penanaman 4.000 batang pohon dengan jenis yang bervariasi, antara lain Asam Jawa, mahoni, ulin, kuku, gaharu, dan pohon tanjung.

Acara Menanam Pohon 11-12-2015

Acara Menanam Pohon 11-12-2015

Goa Liang Bangkai di Kec. Mantewe Kab. Tanah Bumbu

Goa Liang Bangkai di Kec. Mantewe Kab. Tanah Bumbu

PT Nusantara Batulicin juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, karena pelestarian alam berupa penghijauan merupakan tugas kita semua.

Direktur PT Nusantara Batulicin ikut menanam pohon Asam Jawa

Direktur PT Nusantara Batulicin ikut menanam pohon Asam Jawa

Direktur PT Nusantara Batulicin ikut menanam pohon

Direktur PT Nusantara Batulicin ikut menanam pohon

Salah satu kesungguhan PT Nusantara Batulicin dalam pelestarian alam dan penghijauan adalah dengan komitmen manajemen untuk membuat lingkungan pabrik karet Karang Bintang sebagai lingkungan yang mendukung keanekaragaman hayati.

Mulai tahun 2015 ini, dibuat pembibitan aneka macam tanaman, mulai dari sayuran, tanaman hias, buah-buahan, hingga aneka tanaman lainnya.

Pembibitan aneka tanaman

Pembibitan aneka tanaman

IMG20151212100229

Pembibitan Pepaya California

Pembibitan Pepaya California

Tanaman Cabai di belakang Kantor

Tanaman Cabai di belakang Kantor

Direncanakan pada awal tahun 2016, bibit-bibit tersebut telah siap tanam.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bekal dan motivasi bagi karyawan PT Nusantara Batulicin yang masih muda-muda, untuk menumbuhkan rasa cinta dan kesadaran terhadap lingkungan hidup.

<sg>

 

PT Nusantara Batulicin Berbagi Harapan

Batulicin, 29 Oktober 2015

Visi PT Nusantara Batulicin adalah Menjadikan Perusahaan Agribisnis Dan Bidang Usaha Lainnya Yang Berdaya Saing Tinggi Serta Tumbuh Dan Berkembang Bersama Masyarakat.

Dalam implementasinya, selain sasaran peningkatan kesejahteraan petani karet di Kabupaten Tanah Bumbu, juga keberadaan PT Nusantara Batulicin telah banyak dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu, antara lain adalah jasa angkutan SIR20, jasa angkutan bokar, perdagangan bokar, dan buruh bongkar muat bokar.

Dalam tahun 2015, dengan penjualan sebanyak 500 ton SIR20 diperlukan truck untuk mengangkut SIR20 ke Pelabuhan Batulicin sebanyak 100 truck. Dapat dilihat dari gambar dibawah ini, begitu bersemangatnya sopir truck yang bahkan sudah antri sehari sebelumnya untuk bisa ikut mengangkut SIR20 ke Pelabuhan Batulicin. Truck adalah milik masyarakat Desa Karang Bintang. Dengan mengangkut SIR20, mereka hanya mengangkut dengan jarak 30 km, dalam sehari bisa kembali 4 kali. Mereka tidak harus mencari muatan ke tempat lain dengan tujuan yang jauh, harus meninggalkan keluarga.

Truck pengangkut SIR20Antrian truck pengangkut SIR20

Angkutan juga diperlukan untuk mengangkut Bokar dari petani ke pabrik. Dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari desa-desa sekitar ke pabrik. Di tahun 2015, dengan pasokan rata-rata 40 ton karet basah per hari, diperlukan 8 truck dan beberapa pickup.

Truck Pengangkut BokarAngkutan Bokar

Yang ikut merasakan manfaat keberadaan PT Nusantara Batulicin adalah buruh bongkar muat bokar. Mereka tidak perlu mencari pekerjaan ke tempat jauh, tidak harus meninggalkan keluarga.  Cukup dengan bekerja di lingkungan Desa Karang Bintang, sebagai buruh bongkar bokar di pabrik PT Nusantara Batulicin.

Timbang BokarBongkar Bokar

Dari stakeholder inilah PT Nusantara Batulicin mendapatkan doa dan harapan agar PT Nusantara Batulicin tetap dapat memenuhi harapan mereka, justru mereka berharap PT Nusantara Batulicin semakin maju dan berkembang, sehingga merekapun akan semakin sejahtera. Amin

<sg>

Ekspor Perdana ke Pabrik Ban Pakistan

Batulicin, 25 September 2015.

Tanggal 25 September 2015 merupakan salah satu hari yang patut dicatat oleh PT Nusantara Batulicin, sebagai tonggak bersejarah dimulainya ekspor produksi KBY secara langsung ke pabrik ban sebagai end-user. Tidak tanggung-tanggung, yang menjadi tujuan untuk pertama kali ini adalah pabrik ban terbesar di Pakistan, yaitu GENERAL TYRE PAKISTAN (GENTIPAK).

Walaupun untuk proses ini diawali dengan Trial Order sebanyak 20 ton SIR20, namun akan berlanjut dengan kontrak penjualan jangka panjang. Keyakinan ini bukan tidak berdasar, mengingat bahwa selama ini GENTIPAK telah familiar dengan produk KBY melalui beberapa kali pembelian dari Solar Universe Rubber Sdn Bhd.

Trial Order ini dilakukan dengan penuh keberanian oleh PT Nusantara Batulicin di tengah lesunya industri karet dan labilnya harga jual karet, mengingat untuk pertamakalinya juga bagi perusahaan melakukan penjualan dengan sistem CFR. Dengan penjualan langsung ke end-user, diharapkan akan didapatkan harga jual yang tinggi dan keberlanjutan perusahaan.

Dengan salam dari seluruh karyawan dan jajaran manajemen PT Nusantara Batulicin kepada The General Tyre And Rubber Company of Pakistan Limited :

From Indonesia With Love

Not Just Business – Long Term Understanding!

<sg>

employe with banner4

truck with banner

Berkurban di Idul Adha 2015

Sapi korban PTNB

Sebagai perusahaan dengan mayoritas karyawan beragama Islam, PT Nusantara Batulicin juga mengadakan penyembelihan korban berupa seekor sapi jantan.

Daging sapi dibagikan kepada seluruh karyawan secara merata. Semuanya dilaksanakan oleh karyawan PTNB, kecuali pak kiyai yang menyembelih dan memimpin doanya.

Penyembelihan sapi korban ini juga sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat dan rahmat yang telah dicurahkan Allah kepada PT Nusantara Batulicin yang telah berhasil membukukan laba di Semester II tahun 2015 ini.

<sg>

Pembagian daging kurban

Produksi “KBY” melanglang dunia

Logo SIR20 KBY PTNB

 

Batulicin, 29 Mei 2015

Dalam kondisi pasar karet dunia yang sedang lesu, produksi SIR20 PT Nusantara Batulicin dengan brand merk “KBY” semakin dikenal dunia. Diawali sejak tahun 2013, produksi SIR20 PT Nusantara Batulicin telah diekspor ke Malaysia, yaitu ke Kuching, Port Klang dan Penang. Beberapa kali pengiriman dilakukan hingga tahun 2014 melalui pembeli , yaitu Welcome Trade Co Pte Ltd Singapore dan Coldspec Trading Co Pte Ltd. Penang, Malaysia.

Berikutnya adalah pengiriman ke Los Angeles, California, USA pada bulan Nopember 2014 melalui pembeli berskala internasional yaitu Centrotrade Minerals & Metals, perusahaan yang memiliki cabang-cabang di berbagai negara, perusahaan ini juga menguasai pasar karet terbesar di Malaysia. Pembelian SIR20 produksi PT Nusantara Batulicin oleh Centrotrade akan terus dikembangkan dan ditingkatkan menjadi long-term contract. Dalam bulan Mei 2015, penjualan melalui Centrotrade USA dilakukan ke Ontario/ Canada, dan Norfolk/ Virginia ; sedangkan melalui Centrotrade Deutschland dilakukan ke Durban/ Afrika Selatan. Menyusul pada awal bulan Juni 2015 ini akan dilakukan pengiriman melalui Centrotrade Deutschland.

Melalui kerjasama pengolahan Bokar milik PTPN XIII yang diolah di pabrik karet PT Nusantara Batulicin, juga telah dilaksanakan pengiriman ke luar negeri terhadap produksi SIR20 dengan merk “KBY”. Pada akhir Nopember 2014 yang baru lalu, telah dikirim SIR20 KBY sebanyak 10 container (=201,6 ton) ke Qingdao/ China. Pada awal Desember 2014 telah dikirim SIR20 KBY ke Istanbul/ Turkey dan Melbourne/ Australia. Pada pertengahan Desember 2014 juga telah dilaksanakan pengiriman sebanyak 120,96 ton ke Karachi/ Pakistan dan sebanyak 302,4 ton ke Qingdao/ China.

Setelah merk “KBY” “melanglang buana”, target berikutnya adalah mendapatkan pembeli yang bersedia mengikat kontrak penjualan jangka panjang. Saat ini, sedang dilakukan pendekatan secara intens dengan pabrik ban terbesar di Pakistan dan Turki. Disamping Centrotrade, Welcome Trade Singapore juga akan mulai bekerjasama kembali dengan PT Nusantara Batulicin.

Mulai bulan Juni 2015, PT Nusantara Batulicin akan menerima suntikan dana segar berupa penambahan modal saham disetor dari Pemegang Saham. Momentum ini sangat bertepatan waktunya dengan diakuinya merk “KBY”, beberapa calon pembeli mulai membuka peluang kontrak jangka panjang, serta bertepatan juga dengan mulai membaiknya harga karet dunia.

Namun, berkacadari pengalaman “liar”nya gejolak harga karet dunia selama tahun 2014 hingga April 2015, PT Nusantara Batulicin telah mempersiapkan strategi-strategi dalam menghadapi persaingan, antara lain dengan efisiensi biaya, penjaminan mutu produksi, peningkatan kompetensi dan promosi penjualan.

Strategi efisiensi biaya difokuskan pada efisiensi biaya produksi dibalik kenaikan harga barang akibat kenaikan harga BBM dan menguatnya dollar, efisiensi tenaga kerja dan optimalisasi kapasitas pengolahan. Kapasitas pengolahan ditetapkan pada kapasitas optimal yang efisien, sementara untuk kapasitas maksimal masih diperlukan waktu dan biaya yang besar untuk mencapainya.

Strategi penjaminan mutu produksi difokuskan pada konsistensi mutu, peningkatan mutu produksi dengan sasaran High SIR20 hingga mencapai mutu SIR10. Hal ini harus dilakukan mengingat kebutuhan pasar luar negeri yang menghendaki kualitas High SIR20. Strategi ini juga dibarengi dengan upaya peningkatan mutu bahan olah karet (Bokar) dengan melakukan pembelian secara selektif yang diarahkan pada target pencapaian mutu SIR20.

Strategi peningkatan kompetensi difokuskan pada pendalaman kompetensi operator pengolahan dengan cara alih kompetensi dari tenaga ahli berpengalaman yang dikontrak. Gelora inovasi dan kreativitas untuk mendapatkan sistem terbaik, selalu didengungkan pada setiap apel pagi. Saat inipun sedang dimulai program pengembangan karir karyawan untuk memacu penguasaan kompetensi yang lebih tinggi, dan juga untuk memicu adrenalin karyawan untuk lebih berprestasi unggul. Peluang pengembangan karir dibuka seluas-luasnya bagi karyawan yang mau dan mampu berprestasi.

Strategi promosi penjualan dengan memberdayakan teknologi informasi difokuskan pada upaya memperkenalkan merk “KBY” sebagai produksi PT Nusantara Batulicin kepada pasar dunia dengan harga bersaing, sehingga didapatkan pembeli long-term contract pada tahun 2015.

Tahun 2015 telah berlalu 5 bulan, namun dengan jalan yang telah dirintis sejak tahun 2014, serta keberanian Tim Manajemen, pintu bagi PT Nusantara Batulicin telah terbuka lebar untuk menuju keberhasilan di tahun 2015 ini.

Sejalan dengan moto pada HUT Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2015, maka PT Nusantara Batulicin akan “MEKAR BERSEMI”<sg>

PKR mekar bersemi 2015

Inovasi tiada henti

Penyerahan penghargaan inovasi Tim Teknik

Penyerahan penghargaan inovasi Tim Teknik

2 Mei 2015

Dalam setiap pengarahan pagi kepada seluruh karyawan, Manajemen PT Nusantara Batulicin selalu mengingatkan bahwa inovasi dan kreativitas dari setiap individu di PT Nusantara Batulicin adalah penting dan diharapkan selalu muncul. Standar Operasional Prosedur, norma, instruksi manual, dan pengalaman dari Senior, boleh menjadi acuan kerja. Tetapi tidak boleh berhenti sampai disitu. Selalu dan selalu harus dicari jalan terbaik. Jangan pernah merasa puas.

Di Pabrik Karet Remah Karang Bintang, terdapat permasalahan tidak tercapainya kapasitas olah, salah satu penyebabnya adalah kapasitas drier yang tidak mungkin dapat memenuhi tuntutan kapasitas olah 3.0 ton per jam sebagaimana kapasitas pabrik terpasang. Sejak beroperasi tahun 2014, kapasitas drier tertinggi hanya 2,4 ton. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari menambah volume trolley yang berakibat pada tidak ratanya kematangan SIR20 dan dengan menambah kecepatan drier yang berakibat SIR20 banyak yang mentah.

Sampai pada hasil pengamatan Mais Awaludin (Kepala Kerja Teknik Bengkel) dan Dwi Sugiantoro (Mekanik Listrik) yang mengamati adanya kehilangan waktu menunggu pada saat trolley keluar dari drier hingga siap dibongkar. Dari hasil pengamatannya, terdapat waktu menunggu 15 detik. Dengan sedikit modifikasi pada limit switch, waktu tunggu ini berhasil dihilangkan, dengan demikian terjadi penghematan waktu 15 detik per trolley. Dengan adanya penghematan waktu ini maka terjadi peningkatan kapasitas sebesar 300 kg per siklus trolley.

Keberhasilan Tim Teknik tersebut mendapatkan acungan jempol dari seluruh karyawan dan langsung mendapat apresiasi dari Manajemen PT Nusantara Batulicin.

Keberhasilan itupun semakin memicu semangat bersaing karyawan untuk menjadi karyawan yang terbaik, yang berada di perusahaan yang terbaik.

Yes!!! Kita Bisa!!