Archives

now browsing by author

 

9 Langkah Meraih Penghasilan Sampingan dari Internet Marketing

Apakah Anda ingin mendapatkan penghasilan sampingan dari internet? Penghasilan sampingan yang bisa membantu Sugiantoro memenuhi biaya kebutuhan hidup yang makin mahal; sementara kenaikan gaji kadang tidak seberapa?

Yah, dari tahun ke tahun, biaya hidup memang terasa makin mahal. Kenaikan gaji yang kita terima kadang tidak sebanding dengan kenaikan harga barang-barang yang cepat meroket.

Padahal kita sudah kerja keras banting tulang, berangkat jam 6 pagi pulang jam 6 petang, menembus kemacetan setiap hari. Namun rasanya gaji yang kita terima masih juga belum sesuai harapan.

Karena laju kenaikan gaji kita kalah cepat dengan kenaikan biaya hidup, kadang tidak ada lagi dana yang tersisa untuk ditabung atau diinvestasikan. Boro-boro investasi, untuk bayar cicilan ini itu saja, kadang masih kekurangan.

Sementara itu kemajuan internet terus berlangsung, dan diperkirakan pengguna internet di tanah air akan menembus 100 juta user.

Sayangnya, kebanyakan belum mampu memanfaatkan internet untuk membantu mendapatkan income atau tambahan penghasilan yang signifikan.

Tentu akan positif jika kita bisa memanfaatkan internet untuk meraih income sampingan, sehingga bisa menambah penghasilan kita selain dari gaji kantor. Apakah Sugiantoro sepakat dengan hal ini?

Pertanyaannya : bagaimana sebenarnya strategi kunci yang paling efektif untuk mendapatkan income sampingan dari internet? Apa 3 langkah fundamental yang terbukti mampu mendatangkan income sampingan yang signifikan dari dunia internet?

Saya membedah pertanyaan ini dalam puluhan video tutorial yang powerful dan bisa di-akses DISINI.

Jika Sugiantoro serius ingin menambah penghasilan sampingan, puluhan video tutorrial ini bisa Anda nikmati dan pelajari DISINI.

 

Salam hangat,

Yodhia Antariksa, Msc in HR Management

Blogger at Blog Strategi + Manajemen

Peluang Mendapatkan Income Sampingan dari Affiliate Web Hosting Terbaik

Sajian renyah dari Blog Strategi + Manajemen

Artikel ini merupakan kontribusi dari ID-Webhost, penyedia layanan web hosting terbaik di Indonesia. Bisnis online menjadi ladang yang subur bagi para millenials dan startup untuk mendapatkan banyak uang dengan mudah. Tentunya ada banyak pilihan jenis bisnis yang bisa anda lakukan. Bagi pemula, tentunya akan bingung dalam memilih apa bisnis online yang dilakukan. Selain itu, pertimbaangan […]

Read More…

5 Sumber Income Menjanjikan untuk Anak Muda Generasi Milenial

Nov 05, 2018 12:00 am | Yodhia Antariksa @ Blog Strategi + Manajemen

Artikel ini merupakan kontribusi dari guest blogger bernama RICO HUANG. Generasi millenial saat ini memiliki banyak akses kemudahan dalam memiliki income yang luar biasa. Semua ini terjadi karena kecepatan akses internet yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh banyak anak muda positif yang selalu memiliki ide untuk menghasilkan income. Ingat ya, saya bilang anak muda positif. […]

Read More…

Mantan Tukang Cleaning Service itu Meraup Income Melimpah dari Keajaiban Instagram

Update Blog Strategi + Manajemen
Nov 19, 2018 12:00 am | Yodhia Antariksa @ Blog Strategi + Manajemen

Namanya Jumadi (foto profilnya ada diatas). Dia hanya lulusan SMA. Setahun lalu ia bekerja sebagai tenaga cleaning service atau petugas kebersihan di sebuah komplek perumahan di Ciawi, Bogor. Gajinya sebagai tenaga cleaning service rendahan masih belum sesuai UMK, hanya sekitar 2 jutaan. Apa boleh buat. Keahliannya memang cuma sebatas bersih-bersih rumput di sekitaran komplek perumahan, […]

Read More…

Mau Jadi Reseller dengan Komisi 100% Full untuk Anda?

Bagi yang berminat mencari penghasilan tambahan tanpa mengganggu pekerjaan pokok, silakan baca peluang usaha dibawah ini.

Read More…

7 Tips Sukses Bisnis Franchise dengan Profit Melimpah

Artikel ini bersumber dari blog http://strategimanajemen.net, merupakan kontribusi dari Nourmina Rossya – Blogger Bisnis pada MOKAPOS. Tahukah Anda bahwa tips sukses bisnis franchise merupakan salah satu kata kunci yang paling banyak dicari di Google? Hal yang wajar mengingat sebagian besar orang mulai tertarik untuk terjun ke dunia bisnis. Terlebih, setelah bisnis waralaba berkembang pesat dan menjadi tren di kalangan pebisnis.

Jika Anda tertarik mencoba peruntungan di dunia bisnis, mulailah dengan menjalankan usaha waralaba. Lalu, mengapa harus usaha franchise?

Baca selengkapnya disini.

Read More…

Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi beserta Ruang Lingkupnya

Untuk mengoperasikan perusahaan-perusahaan Manufaktur maupun Jasa , diperlukan ilmu pengetahuan tentang bagaimana mengolah sumber daya (input) menjadi hasil (Output) yang berupa barang maupun jasa yang dibutuhkan oleh konsumen (pelanggan). Ilmu pengetahuan tersebut pada umumnya disebut dengan Ilmu Manajemen Produksi

Manajemen Produksi dan Operasi adalah serangkaian kegiatan yang mengolah faktor-faktor produksi untuk memberikan nilai tambah bagi barang atau jasa  melalui proses transformasi atau perubahan bentuk.

Read More…

Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning) dan Manfaat Penerapannya

ERP adalah singkatan dari Enterprise Resource Planning yang dalam bahasa Indonesianya sering disebut dengan Perencanaan Sumber Daya Perusahaan. Menurut definsi dalam kamus American Inventory and Production Control System (APICS), yang dimaksud dengan ERP atau Enterprise Resource Planning adalah Sistem Informasi yang berorientasi Akuntansi untuk mengidentifikasikan dan merencanakan sumber daya perusahaan untuk membuat, mengirim dan memperhitungkan pesanan pelanggan. Sedangkan definisi ERP pada wikipedia adalah Sistem Informasi yang diperuntukan bagi perusahaan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan yang bersangkutan.

 

Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning)

Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning)

Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning) – ERP adalah singkatan dari Enterprise Resource Planning yang dalam bahasa Indonesianya sering disebut dengan Perencanaan Sumber Daya Perusahaan. Menurut definsi dalam kamus American Inventory and Production Control System (APICS), yang dimaksud dengan ERP atau Enterprise Resource Planning adalah Sistem Informasi yang berorientasi Akuntansi untuk mengidentifikasikan dan merencanakan sumber daya perusahaan untuk membuat, mengirim dan memperhitungkan pesanan pelanggan. Sedangkan definisi ERP pada wikipedia adalah Sistem Informasi yang diperuntukan bagi perusahaan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan yang bersangkutan.

Ada juga yang mengatakan bahwa ERP adalah Sistem perencanaan perusahaan yang berbasis aplikasi komputer terpadu yang digunakan untuk mengelola sumber daya internal dan eksternal perusahaan. Sumber daya perusahaan tersebut termasuk aset-aset yang berwujud, keuangaan, material dan sumber daya manusia.

Jadi pada dasarnya, ERP (Enterprise Resource Planning) menggabungkan beberapa fungsi manajemen ke dalam sistem yang terintegrasi dan memfasilitasi semua arus informasi pada fungsi manajemen tersebut. ERP ini dirancang untuk mengotomasikan proses-proses dasar pada seluruh organisasi melalui database terpusat dan menghilangkan kebutuhan sistem yang berbeda yang dikelola oleh berbagai unit kerja dalam suatu organsasi.
Baca juga : Pengertian MRP (Material Requirement Planning). 

Keuntungan menerapkan ERP (Enterprise Resource Planning)

Pada organisasi atau perusahaan yang tidak menerapkan sistem ERP, umumnya menggunakan sistem database yang terpisah. Dimana setiap unit kerja memiliki database tersendiri, seperti Pemasaran yang memiliki database pemasaran, produksi memiliki data pemasaran, Sumber daya manusia atau HRD memiliki database HRD tersendiri, Purchashing memiliki database pembeliannya tersendiri dan bagian Finance (keuangan) memiliki database keuangan tersendiri. Sistem terpisah demikian memiliki database yang berbeda dan sering terjadi ketidaksesuaian sehingga sulit untuk pengelolaannya. ERP (Enterprise Resource Planning) ini dikembangkan untuk menggantikan sistem-sistem yang terpisah tersebut menjadi terintegrasi sehingga pengelolaannya lebih efektif dan efisien.

Berikut dibawah ini adalah beberapa keuntungan yang bisa dinikmati oleh organasasi yang berhasil menerapkan ERP atau Enterprise Resource Planning (Perencanaan Sumber Daya Perusahaan).

  • Integrasi Bisnis dan Akurasi Data yang lebih baik, Sistem ERP terdiri dari berbagai Modul dan Sub-modul yang dapat mewakili komponen bisnis tertentu. Jika data yang dimasukan pada suatu modul (contohnya data penerimaan material) maka modul-modul lain seperti “Pembayaran” dan “Persediaan” akan secara otomatis diperbaharui juga. Pembaharuan ini terjadi secara “real time” atau tepat pada waktu terjadinya transaksi. Data yang dimasukan tersebut hanya perlu sekali pemasukan saja yaitu saat terjadinya transaksi sehingga tidak perlu lagi ada pemasukan data pada modul lainnya. Dengan demikian, kebutuhan untuk beberapa kali entri data dapat dieliminasi (dihilangkan) dan kemungkinan terjadinya kesalahan pengetikan data dan duplikat data juga dapat diminimalisasikan. Struktur database yang terpusat juga memungkinkan administrasi dan keamanan yang lebih baik atau untuk menghindari terjadi kehilangan data yang penting.
  • Perencanaan dan Manajemen Sistem Informasi, Sistem ERP memiliki alat-alat pendukung pengambilan keputusan yang baik seperti alat perencanaan dan alat simulasi dapat membantu manajemen untuk lebih tepat memanfaatkan sumber dayanya seperti material, sumber daya manusia dan mesin atau peralatan kerja. Dalam menyajikan laporan, sistem ERP dapat menghasilkan laporan standar yang diperlukan oleh manajemen dan laporan tersebut dapat diakses oleh manajemen kapan saja saat dibutuhkan.
  • Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas, Selain menyediakan perencanaan yang lebih baik, sistem ERP juga dapat meningkatkan efisiensi pada aktivitas rutin harian seperti pemesanan, pengiriman, kinerja pemasok, manajemen kualitas, manajemen kas dan realisasi penjualan. Dengan adanya sistem ERP, siklus waktu penjualan ke kas dan pembayaran ke pemasok pun dapat dipersingkat.
  • Pembentukan Standarisasi Prosedur, Sistem ERP didasarkan pada proses praktek internasional terbaik yang diadopsi oleh organisasi yang menerapkannya. Pekerjaan menjadi lebih terstruktur sehingga tidak tergantung pada individu atau pekerja tertentu saja.

Modul-Modul Utama pada ERP

Seperti yang disebutkan sebelumnya, sistem ERP terdiri dari berbagai Modul dan Sub-modul yang mewakili komponen-komponen bisnis. Modul maupun sub-modul tersebut dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan organisasi yang ingin menerapkannya. Berikut ini adalah beberapa Modul Utama atau Modul dasar yang paling sering dijumpai dalam sistem ERP.

  1. Human Resource Module (Modul Sumber daya manusia)
  2. Inventory Module (Modul Persediaan/Inventaris)
  3. Sales and Marketing Module (Modul Penjualan dan Pemasaran)
  4. Purchase Module (Modul Pembelian)
  5. Finance and Accounting Module (Modul Keuangan dan Akuntansi)
  6. Customer Relations Management Module (Modul Manajemen Hubungan Pelanggan)
  7. Manufacturing Module (Modul Manufakturing)
  8. Supply Chain Management Module (Modul Manajemen Rantai Pasokan)

Selain modul-modul diatas, sebenarnya terdapat banyak lagi modul ataupun sub-modul lainnya yang dibuat sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasi.

Sumber : https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-erp-enterprise-resource-planning/

 

Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning) dan Manfaat Penerapannya

ERP (Enterprise Resource Planning) menggabungkan beberapa fungsi manajemen ke dalam sistem yang terintegrasi dan memfasilitasi semua arus informasi pada fungsi manajemen tersebut. ERP ini dirancang untuk mengotomasikan proses-proses dasar pada seluruh organisasi melalui database terpusat dan menghilangkan kebutuhan sistem yang berbeda yang dikelola oleh berbagai unit kerja dalam suatu organsasi.

Baca selengkapnya disini.

Read More…

Pengertian Biaya Produksi (Production Cost) dan Cara Menghitungnya

Pengertian Biaya Produksi (Production Cost) dan Cara Menghitungnya

pengertian biaya produksi (production cost) dan cara menghitung biaya produksi

Pengertian Biaya Produksi (Production Cost) dan Cara Menghitung Biaya Produksi – Sebagai seorang pemilik bisnis ataupun sebagai seorang manajer produksi, mengetahui berapa biaya produksi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menciptakan dan mempertahankan kelangsungan produksi dan bisnisnya sehingga dapat menguntungkan perusahaannya. Dengan mengetahui biaya pada setiap langkah dalam produksinya, manajemen dapat mengoptimalkan proses produksi, jadwal pengiriman dan kegiatan-kegiatan umum lainnya dalam upaya meningkatkan efisiensi produksi sehingga lebih baik daripada sebelumnya.

Dengan mengetahui dan menganalisis biaya produksi, manajemen dapat menetapkan harga barang dan jasanya dengan tepat untuk mencapai margin yang sesuai. Sebagai contoh, manajemen perusahaan Roti akan melacak harga tepung terigu, telur, gula pasir, mentega dan komoditas lainnya yang digunakan dalam produksi roti tersebut. Jika ada kenaikan harga barang-barang ini, produksi Roti juga harus menaikkan harganya untuk mempertahankan tingkat keuntungan yang sama.

Jadi apa yang dimaksud dengan Biaya Produksi dan apa saja yang diklasifikasikan sebagai biaya produksi. Berikut ini pembahasan singkatnya.

Pengertian Biaya Produksi menurut Para Ahli

Untuk lebih jelas mengenai Biaya Produksi atau Production Cost, berikut ini adalah beberapa pengertian biaya produksi menurut para ahli.

  • Pengertian Biaya Produksi menurut Kuswadi (2005:22), Biaya Produksi adalah biaya yang berkaitan dengan perhitungan beban pokok produksi atau beban pokok penjualan. Biaya produksi atau penjualan terdiri atas biaya bahan baku dan bahan penolong, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik.
  • Pengertian Biaya Produksi menurut Suherman Rosyidi (2003:333), Biaya Produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pengusaha untuk dapat menghasilkan output atau dengan kata lain yaitu nilai semua faktor produksi yang dipergunakan untuk menghasilkan (memproduksi) output.
  • Pengertian Biaya Produksi menurut Amin Widjaya Tunggal (1993:1), Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang berhubungan dengan produksi suatu item, yaitu jumlah dari bahan langsung, upah langsung dan biaya overhead pabrik.
  • Pengertian Biaya Produksi menurut Abdul Halim (1988:5), Biaya produksi yakni biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan produksi dari suatu produk dan akan dipertemukan (dimatchkan) dengan penghasilan (revenue) di periode mana produk itu di jual.
  • Pengertian Biaya Produksi menurut Mulyadi (1995:14), Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual.

Dari beberapa pengertian dan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa Biaya Produksi adalah sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk atau jasa.

Jenis-jenis Biaya Produksi

Biaya Produksi atau Production Cost dapat diartikan sebagai total biaya yang harus dikeluarkan untuk sumber daya yang digunakan untuk memproduksi barang atau jasa untuk dijual kepada pelanggan. Biaya-biaya produksi ini pada umumnya terdiri dari 3 jenis atau kategori, yaitu biaya bahan langsung (Direct Material Cost), biaya tenaga kerja langsung (Direct Labor Cost) dan biaya overhead pabrik (Factory Overhead Cost).

1. Biaya Bahan Langsung (Direct Materials Cost)
Biaya Bahan Langsung atau Direct Material Cost adalah biaya pembelian bahan baku yang langsung masuk ke dalam produksi suatu produk. Bahan-bahan langsung ini dikonsumsi sebagai bagian dari proses produksi. Contohnya seperti bahan baku Roti adalah tepung, telur dan gula pasir. Bahan baku mainan anak adalah plastik dan karet.

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost)
Biaya Tenaga Kerja Langung atau Direct Labor Cost adalah biaya penuh dari semua tenaga kerja yang terlibat langsung dalam produksi barang atau jasa. Tenaga kerja yang dimaksud disini adalah orang-orang yang bekerja langsung di jalur produksi. Biaya Tenaga Kerja Langsung ini biasanya berupa upah, gaji, tunjangan dan asuransi yang dibayarkan ke karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi barang.

3. Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead Cost)
Biaya Overhead Pabrik atau Factory Overhead Cost adalah biaya yang diperlukan untuk mempertahankan fungsi produksi, tetapi tidak langsung dikonsumsi pada unit individu. Biaya Overhead Pabrik ini meliputi :

  • Bahan Tidak Langsung yang digunakan dalam proses produksi tetapi tidak dapat dilacak langsung ke produk yang bersangkutan. Contoh seperti lem, minyak, pembersih dan lainnya sebagainya. Bahan-bahan ini diklasifikasikan sebagai bahan tidak langsung karena tidak akan mungkin (atau tidak efektif) untuk menentukan biaya pasti dari bahan yang masuk ke dalam produksi suatu produk.
  • Tenaga Kerja Tidak Langsung, yaitu tenaga kerja yang tidak terlibat langsung dalam produksi produk. Contohnya seperti pengawas, teknisi perawatan mesin dan petugas keamanan. Upah dan tunjangan tenaga kerja tersebut diklasifikasikan sebagai biaya tenaga kerja tidak langsung.
  • Biaya-biaya Lainnya, biaya-biaya seperti sewa pabrik, sewa mesin dan asuransi biasanya diklasifikasikan sebagai biaya-biaya lainnya dalam memperhitungkan biaya produksi.

Baca juga : Pengertian Biaya Overhead Pabrik dan Jenis-jenis biaya Overhead Pabrik.

Contoh Perhitungan Biaya Produksi

Sebuah perusahaan yang memproduksi Handphone sedang memperhitungkan biaya produksi per unit Handphone dari total produksi sebulan. Biaya Bahan Langsung dan biaya Tenaga Kerja Langsung yang dikeluarkannya adalah masing-masing sebesar Rp. 20 miliar dan Rp. 200 juta. Sedangkan biaya Overhead Pabrik adalah sebesar Rp. 150 juta. Jumlah unit yang telah diproduksi adalah sebanyak 10.000 unit. Berapakah Biaya Produksi per Unit-nya.

Diketahui :

Biaya Bahan Langsung = Rp. 20.000.000.000,-
Biaya Tenaga Kerja Langsung = Rp. 200.000.000,-
Biaya Overhead Pabrik = Rp. 150.000.000,-
Jumlah Unit yang diproduksi = 10.000 unit

Penyelesaiannya :

Biaya Produksi per Unit = (Biaya Bahan Langsung + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Pabrik) / Jumlah Unit yang diproduksi
Biaya Produksi per Unit = (20.000.000.000 + 200.000.000 + 150.000.000) / 10.000
Biaya Produksi per Unit = 20.350.000.000 / 10.000
Biaya Produksi per Unit = 2.350.000

Jadi Biaya Produksi pada bulan yang bersangkutan adalah sebesar Rp. 20.350.000.000,- dan apabila dihitung menjadi per unit maka Biaya Produksi per Unit-nya adalah sebesar Rp. 2.350.000,-. Jika Perusahaan tersebut menjual Handphone tersebut dengan harga Rp. 2.800.000,- per unit, maka margin keuntungannya adalah sebesar Rp. 450.000,- atau sekitar 19,15%.

Sumber : https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-biaya-produksi-production-cost-cara-menghitung-biaya-produksi/