Harga jalan bokar PTNB hari Senin- Rabu, 22 - 24 Mei 2017 = Rp.12.750,- per kg karet kering.
00-Mekar Bersemi di Tahun 20151 02-Peresmian Pabrik Karet PTNB Tahun 20132 03-Peresmian Pabrik Karet PTNB Tahun 20133 04-Pengurus PTNB Tahun 2012-20144 05-Upacara 17 Agustus 20145 06-Pelatihan Karyawan PTNB 20136 07-Penerimaan Bokar Petani7 08-Penerimaan Bokar Petani8 09-Produksi SIR20 KBY9 10-Ekspor Perdana KBY10 11-Kegiatan Ekspor SIR2011 12-AntriBokar12 12-RUPS LK201613 13-Kegiatan Pelabuhan Surabaya14 14-Laboratory PTNB15 15-Mekar Bersemi di Tahun 201516 01-Pengurus PTNB tahun 201717
css slider by WOWSlider.com v8.6

SIR20

now browsing by tag

 
 

Self of Belonging Karyawan PTNB

Batulicin, 27 Maret 2016

Sesuai visi PTNB bahwa menjadi perusahaan yang memiliki daya saing, maka budaya mutu haruslah menjadi landasan perilaku karyawan. Untuk membentuk suatu budaya, diperlukan waktu yang panjang, bertahun-tahun, mulai dari instruksi – sosialisasi – implementasi – internalisasi – budaya. Pada setiap tahapan proses tersebut akan selalu ada upaya untuk menghambat, terutama dari karyawan atau pihak yang tidak menghendaki adanya perubahan. Hambatan pada setiap proses akan menyebabkan proses harus mundur ke tahap sebelumnya, sehingga itulah mengapa suatu budaya baru akan terbentuk setelah bertahun-tahun menjadi kebiasaan di suatu komunitas atau organisasi atau perusahaan.

Untuk menghindari adanya hambatan-hambatan tsb, haruslah ada komitmen seluruh karyawan untuk membangun budaya mutu. Komitmen yang didasari dengan disiplin tinggi dan rasa ikut memiliki perusahaan yang kuat, karena menyangkut keberlangsungan masa depan karyawan PTNB yang masih muda-muda.

Dalam pengelolaan SDM, PT Nusantara Batulicin menerapkan azas keterbukaan, egaliter, dan kebebasan berekspresi.

Dengan jumlah karyawan yang hanya 55 orang, setiap karyawan bebas berkomunikasi dan menyampaikan pendapat, bahkan dengan Pejabat Puncak. Sesuai dengan komitmen Manajemen, bahwa pemimpin-pemimpin direkrut dari karyawan yang ada, dipilih yang terbaik melalui tes tertulis dan wawancara. Dengan demikian setiap karyawan akan melihat dan merasa bahwa selalu ada kesempatan untuk meningkatkan karir di PTNB.

Visi perusahaan bukan hanya merupakan cita-cita pendiri perusahaan, tetapi juga merupakan cita-cita seluruh karyawan yang masa kerjanya masih panjang, 25 – 30 tahun lagi. Dengan demikian dalam setiap penyelesaian masalah operasional atau pengerjaan suatu proyek, karyawan tidak lagi terkotak-kotak dalam stasiun atau bagian. Mereka memiliki satu tujuan yang harus dicapai. Tidak mungkin stasiun pengepakan dapat mencapai tujuan perusahaan bilamana tidak didukung atau dibantu oleh stasiun lainnya.

Bukan hanya dalam alur proses yang saling mendukung ; bahkan pada operasional sehari-hari nampak sekali bahwa karyawan PTNB menjadi satu kesatuan. Karyawan tahu bahwa jumlah karyawan kurang dari norma sebelumnya, namun mereka menyadari bahwa penambahan karyawan akan menjadikan biaya olah semakin tinggi.

Sehingga tidaklah mengherankan bilamana ada seorang mekanik yang sehari-hari harus merangkap tugas operator Forklift, operator Loader, sopir truck, dan lain-lain. Ada seorang operator panel yang pada saat pabrik tidak mengolah, dia bergabung dengan Tim Mekanik. Demikian juga karyawan lainnya. Bahkan termasuk juga untuk pekerjaan-pekerjaan yang bukan menjadi bidangnya, misalnya mengaduk semen, mengecor lantai, menanam bunga, memotong rumput, dan sebagainya. Semuanya dilaksanakan dengan gembira dan hati ikhlas.

Kalau sudah demikian, apakah pembentukan budaya mutu di PTNB akan memerlukan waktu bertahun-tahun?

Pada gambar-gambar dibawah ini, menunjukkan bagaimana karyawan PTNB bekerja tidak berdasarkan job desc atau jabatan, tetapi berdasarkan kebutuhan perusahaan.

IMG20160317135821

Karyawan Stasiun Raw Material mengecor lantai yang keropos, untuk menghindari terjadinya kontaminan. Tidak perlu diborongkan.

IMG20160319105448

Mas Qoirul Anwar, Raw Material Foreman, asyik mengecat tiang Gudang Penerimaan Bokar di kala senggang. Biar lebih cantik, pak.

IMG20160319131345

WH and Marketing Supervisor tidak mau ketinggalan ikut ambil bagian untuk mempercantik kantor. Tidak harus menyuruh anak buah, semua bekerja dan bekerja.

IMG20160321112028

Karyawan menyadari bahwa keberlangsungan perusahaan sangat tergantung pada daya saing, antara lain daya saing mutu. Untuk menjamin mutu SIR20, lantai gudang SIR dilapisi plat baja, dikerjakan ramai-ramai oleh Tim Gabungan.

IMG20160321112718

Ada yang belajar jadi tukang bangunan. Yang penting ikut menjadi bagian.

IMG20160321113235

Ada juga yang bertugas mengaduk semen dan pasir.

IMG20160324065748

YES !! KITA BISA !!

<sg>

Pergantian Direktur PTNB

Batulicin, 11 April 2015

DSC05832-2

Setelah melalui perpanjangan masa jabatan sejak berakhirnya masa jabatan Direktur pada 27 Desember 2014, akhirnya pada tanggal 11 April 2015 dilaksanakan serah terima jabatan Direktur PT Nusantara Batulicin, dari Bapak Sofyan Nasution kepada Bapak Zaenal Arifin, bertempat di ruang Kantor Pabrik Karet Karang Bintang. Acara serah terima disaksikan oleh wakil Pemegang Saham, yaitu Bapak Pandapotan Girsang, Direktur Pemasaran, Perencanaan dan Pengembangan PTPN XIII dan Bapak VT Moses Situmorang, Kepala Bagian Perencanaan Strategis & Pengembangan Usaha PTPN XIII, serta jajaran manajemen PT NB.

Sofnas-7-1

Bapak Sofyan Nasution yang telah menjabat sebagai Direktur Utama PTNB sejak 21 Maret 2012, mengundurkan diri dari jabatannya setelah diperpanjang selama 3 bulan. Dengan pengalaman beliau sebelumnya pada saat masih bertugas di PTPN XIII sebagai Manajer Kebun, Kepala Bagian Satuan Pengawasan Internal (SPI) dan Kepala Bagian Sekretaris Perusahaan, sudah melebihi bekal beliau sebagai Direktur Utama PTPN XIII. Selama masa jabatannya, beliau selalu menekankan kunci keberhasilan pabrik karet adalah daya saing, yang terletak pada biaya dan mutu. Berbagai upaya efisiensi telah dilakukan, sehingga pada saat menjelang masa jabatannya, bulan Januari – Maret 2015, telah didapatkan biaya olah ideal. Soal mutu SIR20, beliau hanya mentolerir kegagalan mutu maksimal 1%. Hampir di setiap kesempatan, kepada jajaran manajemen maupun seluruh karyawan, beliau selalu menekankan pentingnya mutu agar produk PTNB dengan merk dagang “KBY” dapat diterima pasar. Dan hal ini terbukti bahwa selama ini PTNB belum pernah menerima komplain dan klaim dari pembeli. Dengan berlandaskan mutu pula, PTNB telah berhasil melaksanakan ekspor ke Malaysia dan California. Produksi milik PTPN XIII yang diolah di PTNB dengan merk  “KBY” juga laris di pasar ekspor Pakistan, Turki, China dan Australia. Hambatan selama ini yang belum berhasil diselesaikan adalah status lahan pabrik yang masih milik PTPN XIII, perolehan modal kerja, perolehan areal kebun Inti dan perolehan dana untuk pembangunan kebun palsma pola HTR.

Foto ZaenalArifin 2015-2

Bapak Zaenal Arifin, sebelumnya sebagai Manajer Pabrik Karet PT Nusantara Batulicin sejak 8 April 2013, telah berpengalaman sebagai Manajer Pabrik Sawit di PTPN XIII, sebelumnya berpengalaman sebagai Manajer Pabrik Karet di perusahaan swasta. Sebagai Direktur PT Nusantara Batulicin, cukup besar tantangan yang menghadang. Sebelumnya Direktur ada 2 (dua) orang, sekarang hanya 1 (satu) orang sesuai keputusan Pemegang Saham, Modal Kerja yang direncanakan akan diterima mulai bulan Januari 2015 sesuai RKAP 2015, ternyata sampai dengan saat ini masih belum dikucurkan oleh Pemegang Saham. Namun dengan dukungan jajaran manajemen dan kedekatannya dengan seluruh karyawan, beliau yakin akan dapat membawa PT Nusantara Batulicin menuju keberhasilan. Selama menjabat sebagai Manajer Pabrik , beliau telah berhasil membangun budaya mutu dan efisien di lingkungan karyawan pabrik. Beliaupun juga telah berhasil meyakinkan seluruh karyawan bahwa tahun 2015 inipun PT Nusantara Batulicin bisa berhasil, asalkan seluruh karyawan siap untuk bekerja keras dan menyatukan langkah untuk tujuan bersama.

Semoga jayalah PT Nusantara Batulicin. Buktikan slogan : Yes!! Kita Bisa!!

<sg>

DSC05856-1

DSC05849-1

DSC05847-1

DSC05844-1

 

 

 

 

 

 

 

Inovasi dan terus berinovasi

Batulicin, 23 Juni 2014

Ifriadi02

Batulicin, 23 Juni 2014

Budaya mutu yang selalu dihidupkan dan dikobarkan di lingkungan PT Nusantara Batulicin, membangkitkan semangat inovasi untuk mencapai hasil terbaik.

Sebagai perusahaan baru, pengalaman 4 kali mengirim SIR20 di pelabuhan telah melalui perbaikan-perbaikan untuk memudahkan pekerjaan. Salah satu inovasi telah dihasilkan oleh Tim Pabrik Karet Karang Bintang dalam pekerjaan menurunkan pallet SIR20 dari atas truck.

Pada pengiriman bulan Oktober 2013, pekerjaan tersebut harus dilakukan oleh 4 orang Operator. Pada saat itu untuk memasang seling harus dilakukan dengan merangkak. Belum lagi kalau sampai selingnya lepas atau kayu pallet pecah karena tarikan seling. Pada pengiriman bulan Desember 2013, cukup dilakukan oleh 2 orang, tetapi dengan berbagai kesulitan dan memakan waktu. Demikian juga pada pengiriman bulan Mei 2014 yang lalu.

Pada pengiriman bulan Juni 2014 ini, pekerjaan menurunkan pallet dari atas truck tidak lagi menjadi pekerjaan yang sulit, bahkan hanya memakan waktu 2 menit, dibanding sebelumnya hingga 5 – 10 menit.

Alat yang diciptakan hanya berupa 2 buah besi sepanjang 1 meter (mirip tongkat kungfu) dan sabuk (pengganti kawat seling).

Stuffing-21062014-10

Kini Operator tidak perlu lagi merangkak untuk memasang kawat seling.

Berkat inovasi : pekerjaan menjadi mudah, waktu lebih cepat, pallet tidak rusak, badan tidak kotor, tidak capek.

Stuffing-21062014-02

Fudholi, Operator Forklift, makin lihai saja. Kalau sebelumnya harus ada pemandu di kiri dan kanan, sering terbentur container juga. Kini tanpa pemandupun sudah bisa menempatkan pallet ke dalam container dengan posisi yang sangat pas.

Stuffing-21062014-14a

Ayo kita berinovasi dan berinovasi terus demi kejayaan PT Nusantara Batulicin,

(ptnb)

 

PT Nusantara Batulicin Ekspor SIR20 lagi

Stuffing-21062014-06

Batulicin, 23 Juni 2014

Semangat baru kembali hadir di tengah-tengah karyawan pabrik karet Karang Bintang. Setelah sempat beberapa hari tidak mengolah karena gudang SIR penuh, dengan adanya ekspor sebanyak 10 container maka pengolahan dapat dilaksanakan kembali.

Seperti 2 (dua) pengiriman ekspor sebelumnya ( Oktober 2013 dan Desember 2013), pengiriman ekspor kali inipun atas pembelian oleh Welcome Trading Co PTE Ltd, Singapore, dengan tujuan pengiriman Malaysia. Pengiriman 10 container atau sejumlah 201.600 kg SIR20 atau 160 pallet.

Dijadwalkan kapal MV Pulau Nunukan yang akan mengangkut ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 28 Juni 2014. Sedangkan dari Surabaya akan diangkut ke Pelabuhan Port Klang Malaysia dengan kapal Medcoral pada 5 Juli 2014.

Pengiriman ekspor ini menunjukkan kepercayaan pembeli terhadap mutu produksi SIR20 yang dihasilkan oleh pabrik karet Karang Bintang. Berdasarkan informasi bahwa saat ini di Malaysia kebanjiran karet dari Vietnam dengan harga murah. Bagi perusahaan yang belum memiliki Long Term Contract (LTC) maka akan sulit sekali untuk dapat menembus pasar ekspor. Tapi, dengan kebijakan mutu yang dimiliki oleh PTNB, terutama kebijakan standar mutu yang dicanangkan oleh Direksi PTNB, maka PTNB berhasil menembusnya.

Sampai dengan saat inipun PTNB masih berusaha menembus pasar ekspor lainnya, antara lain Jerman, Oman, China dan Jepang.

Mutu02

Untuk kepuasan pelanggan, sebelum masuk ke container, pallet dibersihkan dari debu dan air, serta check kondisi plastik pembungkus.

Stuffing-21062014-05Stuffing-21062014-04

Tim Ekspor02


Tim Stuffing di Pelabuhan Batulicin, tanggal 20- 21 Juni 2014

Dari kiri ke kanan : Novrianda (Staf Penjualan), Lutfi Mahardika (Pembantu Umum), Fudholi (Operator Forklift), M.Ifriadi (Operator/Mekanik), Gunawan Sumani (Operator/Mekanik).

 

(ptnb)