Pengolahan

  • Berbeda dengan pabrik karet remah pada umumnya yang menggunakan dimana maturasi dilakukan terhadap lembaran blanket hasil proses basah, maka proses maturasi disederhanakan dengan cara menyimpan remahan / butiran karet selama beberapa hari agar kadar airnya turun, sekaligus terjadi peningkatan nilai plastisitas.
  • Untuk keperluan pengeringan digunakan udara panas hasil pembakaran batu bara. Oleh karena gas hasil pembakaran batubara mengandung SO2 dan jenis senyawa lain yang dapat menurunkan mutu karet, maka digunakan peralatan HE (Heat Exchanger) dengan oli sebagai media pembawa panasnya.
  • Kalimantan Selatan dikenal kaya dengan potensi batubara. nomor 3 di Indonesia setelah Sumsel dan Kaltim. Kondisi potensi sumber energi tersebut menjadikan pertimbangan untuk menggunakan batubara sebagai bahan bakar alternatif untuk pengeringan karet di pabrik karet remah PT Nusantara Batulicin. Walaupun memerlukan tambahan investasi yang cukup tinggi (Rp 4M hingga Rp 5M) untuk pengadaan tungku pembakarannya, namun biaya operasional penggunaan batubara lebih murah dibanding penggunaan solar.
  • Hasil produksi akhir berupa SIR-20 (diarahkan juga untuk kualitas yang lebih tinggi, yaitu SIR-10).

PKR PTNB01PKR PTNB02

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *