Pada 8 Situasi Ini, Kamu Bisa Lihat Karakter Asli Seseorang!

Kamu pasti pernah dengar bukan, bahwa menjadi tua itu takdir, sedangkan menjadi dewasa adalah pilihan? Benar, kedewasaan seseorang memang tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan dibentuk melalui sikap serta cara berpikir dalam menjalani berbagai situasi hidup.

Hati-hati dalam bersikap atau cara berpikir, karena pada situasi-situasi tertentu, tanpa kita sadari, sikap dan cara berpikir kita telah menunjukkan bahwa kita belum dewasa.

Life, Inspiration,

Pada 8 Situasi Ini, Kamu Bisa Lihat Karakter Asli Seseorang!

Coba periksa, kamu sudah dewasa atau belum?
Kamu pasti pernah dengar bukan, bahwa menjadi tua itu takdir, sedangkan menjadi dewasa adalah pilihan? Benar, kedewasaan seseorang memang tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan dibentuk melalui sikap serta cara berpikir dalam menjalani berbagai situasi hidup. Tidak jarang, seseorang mendapat masalah atau kritik pedas karena dianggap bersikap tidak dewasa sehingga memperburuk keadaan dan menyulitkan diri sendiri maupun orang lain.

Pasti sebal sekali rasanya ketika kita dinilai belum memiliki kematangan atau kedewasaan yang cukup dalam suatu hal, apalagi kalau yang mengatakan seperti itu adalah pasangan kita. Tetapi, bagaimana kalau ternyata penilaian tersebut benar? Siapa tahu, dalam beberapa situasi tertentu, kita masih cenderung bersikap kekanakan dan tidak dewasa. Tidak ada salahnya mengevaluasi diri, bukan? Nah, kamu bisa mengevaluasi tingkat kedewasaanmu dengan melihat kecenderungan sikap diri dalam 8 hal berikut ini.

1. Dalam menghadapi perbedaan pendapat.

Pada 8 Situasi Ini, Kamu Bisa Lihat Karakter Asli Seseorang!Slate.com

Ketika dihadapkan pada perbedaan pendapat, orang dengan emosi yang stabil akan mencari jalan tengah melalui dialog dan diskusi. Ingat, dalam sebuah dialog, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengutarakan pandangan. Tujuan dari dialog adalah memahami alasan di balik pilihan atau pendapat pihak yang berseberangan, sekaligus membantunya memahami alasan dan cara berpikir kita. Apabila seseorang memiliki kedewasaan emosi, ia akan menerima bahwa setiap orang memiliki cara berpikirnya masing-masing sehingga perbedaan pendapat merupakan suatu hal yang wajar. Diskusi antar orang dewasa akan menghasilkan suatu kesimpulan terbaik yang dapat diterima oleh semua pihak.

Sebaliknya, orang yang emosinya belum dewasa tidak tertarik untuk mendengarkan sudut pandang orang lain. Ia akan mengemukakan pendapatnya tanpa mau repot-repot memberi kesempatan bagi pihak yang berseberangan untuk berargumentasi. Sebab baginya, pendapat orang lain sudah pasti salah dan hanya pendapatnya saja yang paling benar. Dialog dengan orang seperti ini tidak akan membuahkan hasil yang nyaman bagi pihak-pihak di dalamnya.

2. Dalam menghargai hidup.

Pada 8 Situasi Ini, Kamu Bisa Lihat Karakter Asli Seseorang!karmayogilifestyle.com

Tingkat kedewasaan emosi seseorang akan menentukan bagaimana ia menghargai hidup hingga hal terkecil. Jika seseorang memiliki emosi yang stabil dan dewasa, ia akan selalu menemukan hal-hal yang patut disyukuri dalam kehidupannya sehari-hari. Misalnya, jalanan yang tidak macet, orangtua yang mendoakan keselamatan sebelum berangkat, atap rumah yang tidak bocor ketika hujan, pasangan yang menyapa dengan riang di pagi hari, dan lain sebagainya. Mereka paham bahwa hal-hal kecil tersebut membuat hidup mereka nyaman untuk dijalani, sekalipun harus dihadapkan pada masalah besar. Bahkan ketika harus tertimpa masalah, mereka akan terus mencari hal-hal untuk disyukuri, meskipun terlihat remeh.

Orang yang belum dewasa secara emosional akan cenderung sering melontarkan protes dan keluhan. Mereka selalu merasa hidupnya tidak enak, terfokus pada apa yang tidak dimiliki, dan luput mensyukuri apa yang sudah dimiliki. Ketika ditimpa masalah, dan bahkan ketika berbuat salah, mereka akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Biasanya, yang paling mudah disalahkan adalah keadaan, bukan begitu?

3. Dalam menghadapi kesalahan orang lain.

Pada 8 Situasi Ini, Kamu Bisa Lihat Karakter Asli Seseorang!zeenews.india.com

Apabila emosinya sudah matang dan dewasa, seseorang akan mampu berempati pada situasi orang lain, bahkan dalam kondisi konflik. Ini bukan berarti ia tidak menunjukkan perasaan tidak suka atau marah. Justru, meskipun ia mengutarakan kemarahannya pada pihak berseberangan, ia akan tetap mampu berempati. Ia menyadari bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan sesekali akan berbuat salah. Hal tersebut membuatnya sanggup memberikan maaf dan berlapang dada. Konflik yang ada akan diselesaikan dengan baik tanpa perlu memberikan kerusakan atau kerugian tambahan yang membuat situasi menjadi semakin tidak enak.

Kurangnya kestabilan emosi seseorang akan membuatnya lebih sulit memberikan maaf, sekalipun pihak lawannya sudah mengaku bersalah dan meminta maaf. Ia tidak mau menerima penyesalan orang lain dan menganggap dirinya sebagai korban dari kejadian, sehingga lawannya pantas diberikan pembalasan. Bahaya dari sikap seperti ini adalah timbulnya dendam, yang kemudian membuat masalah menjadi semakin berlarut-larut dan tidak terselesaikan.

4. Dalam hubungan dengan diri sendiri.

Pada 8 Situasi Ini, Kamu Bisa Lihat Karakter Asli Seseorang!bustle.com

Tidak hanya kepada orang lain, seseorang yang dewasa secara emosional juga menyadari bahwa dirinya memiliki kekurangan. Kekurangan yang dimaksud dapat berupa kekurangan fisik, psikologis, keterampilan, dan lain sebagainya. Dengan menyadari bahwa kekurangan pada dirinya merupakan hal lumrah sebagai manusia, maka ia mampu menerima ketidaksempurnaan tersebut dan nyaman menjadi diri sendiri. Tidak hanya itu, ia juga mengenali kelebihan yang ia miliki, serta bagaimana kelebihan tersebut dapat berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Alhasil, orang yang memiliki kedewasaan emosional akan mampu menghargai dirinya sendiri.

Tanpa kedewasaan emosional, seseorang akan cenderung ingin menutupi kekurangannya dari orang lain, serta berusaha keras agar kelebihannya terlihat. Ia tidak tahu bagaimana caranya menghargai diri sendiri. Tanpa penghargaan dari orang lain, ia tidak merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Akibatnya, hidupnya akan dipenuhi dengan upaya untuk memenuhi harapan orang lain atas dirinya, sekalipun hal tersebut membuatnya tidak bahagia.

5. Dalam menjalani hidup.

Pada 8 Situasi Ini, Kamu Bisa Lihat Karakter Asli Seseorang!omtimes.com

Meskipun tahu bahwa masa depan harus dipersiapkan, orang yang memiliki kedewasaan emosional tetap tahu caranya menikmati hidup sehari-hari. Mereka tidak merasa dikejar-kejar oleh waktu, tidak terhisap oleh ambisi yang dimiliki untuk masa depan mereka. Selain itu, mereka juga tidak dihantui kejadian-kejadian di masa lalu. Tidak ada penyesalan yang mengganjal langkah mereka dalam kehidupan saat ini. Dengan demikian, mereka lebih luwes dalam menghadapi macam-macam kejadian sehari-hari, serta terus menikmati kehidupan yang dijalani.

Sebaliknya, orang yang emosinya belum dewasa akan cenderung terlalu fokus pada ambisi. Fokus yang berlebihan tersebut membuat mereka luput menikmati hidup yang sedang berjalan saat ini. Mereka diliputi kecemasan akan kemungkinan bahwa masa depan akan sulit dijalani. Adanya bayangan masa lalu juga merupakan tanda bahwa seseorang belum dewasa. Ia bisa mengalami depresi atau ketidakpuasan pada dirinya di masa kini karena terus membandingkannya dengan masa lalu yang dianggap lebih enak, atau justru tenggelam pada penyesalan masa lalu tanpa berusaha bangkit.

6. Dalam menjalani hubungan dengan orang lain.

Pada 8 Situasi Ini, Kamu Bisa Lihat Karakter Asli Seseorang!drhelmspickett.com

Kita semua mempunyai orang-orang terdekat. Kita senang menghabiskan waktu bersama orang-orang tersebut; pasangan, sahabat, saudara, atau orang tua. Hanya saja, orang yang emosinya dewasa akan lebih mampu menerima bahwa betapapun menyenangkannya menghabiskan waktu bersama, setiap orang tetap memiliki waktu untuk diri sendiri. Tak hanya itu, mereka juga menerima bahwa orang-orang terdekatnya memiliki keakraban dengan orang lain. Mereka akan tetap memberikan kebebasan bagi orang-orang tersebut untuk menghabiskan waktu sendirian atau berkumpul bersama orang lain. Tidak ada rasa ingin untuk mengekang. Sebaliknya, mereka juga tidak takut jika harus menghabiskan waktu sendirian, serta terbuka untuk membangun keakraban dengan orang lain di luar lingkaran terdekat.

Ketidakdewasaan emosi seseorang akan tercermin dari kecenderungan untuk menempel dengan orang terdekat. Mereka lebih mudah cemburu apabila orang terdekatnya menghabiskan waktu bersama orang lain, sehingga cenderung melarang atau ingin terus mengekori. Mereka menolak untuk memberikan waktu sendirian maupun memiliki waktu sendirian. Akibatnya, mereka sangat tergantung pada orang lain.

7. Dalam mendengarkan orang lain.

Pada 8 Situasi Ini, Kamu Bisa Lihat Karakter Asli Seseorang!lifeway.com

Mendengarkan cerita orang lain juga merupakan bentuk penghormatan kita terhadap orang tersebut. Dengan mendengarkan, kita menunjukkan bahwa kita tertarik pada apa yang dialami lawan bicara, sekaligus bahwa kita peduli padanya. Seseorang yang dewasa akan memiliki kesabaran untuk mendengarkan dan menyimak cerita lawan bicaranya hingga selesai tanpa menginterupsi. Mereka juga tidak membelokkan topik pembicaraan ke hal-hal yang bersangkutan dengan diri sendiri. Minimal, mereka memberikan porsi yang sama bagi kedua belah pihak untuk bicara.

Orang yang belum memiliki kedewasaan akan lebih banyak bicara daripada mendengarkan. Sebab, mereka tidak menyadari manfaat dari mendengarkan, yaitu belajar mengenai hal baru, sekalipun dari sudut pandang orang lain. Mereka juga luput menunjukkan kepedulian dan empati pada masalah yang dihadapi orang lain.

8. Dalam menghadapi keberagaman.

Pada 8 Situasi Ini, Kamu Bisa Lihat Karakter Asli Seseorang!bizzuka.com

Kedewasaan seseorang akan membuatnya lebih mampu menerima bahwa manusia sangat beragam dalam berbagai hal. Bahkan dalam sebuah keluarga, pasti terdapat perbedaan di dalam anggotanya. Tidak ada manusia yang benar-benar identik satu sama lain. Orang yang sudah dewasa secara emosional akan lebih terfokus pada manfaat dari keberagaman, yaitu adanya hubungan saling menolong dan melengkapi antar manusia. Mereka tidak akan membesar-besarkan perbedaan yang ada dan tidak memandangnya sebagai suatu masalah.

Lain halnya dengan orang yang belum memiliki kedewasaan. Mereka merasa terganggu dengan adanya keberagaman dan menginginkan semua orang untuk menyamakan diri dengannya. Bagi mereka, setiap orang seharusnya seragam satu sama lain. Alhasil, terjadilah pemaksaan yang pada akhirnya bisa menciptakan konflik.

Nah, bagaimana, teman-teman? Adakah sikapmu yang masih belum menunjukkan kedewasaan? Kalau ada, kita sama, dong. Yuk, sama-sama belajar!

Azka Photo Community Writer Azka Tukang khawatir yang suka pura-pura santai lewat tulisan.

 

Sumber : https://www.idntimes.com/life/inspiration/azka-2/8-situasi-yang-buktikan-karakter-asli-seseorang-c1c2/full

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *