Harga Karet Dunia Terus Turun

LOGO_PTNB Batulicin, 5 Juni 2014

Penurunan harga karet dunia yang terjadi mulai awal tahun 2014, ternyata masih berlanjut sampai dengan bulan Juni 2014. Harga lelang di Singapore Commodity Exchange (SICOM) menunjukkan angka terendah USD Cents 164,5 atau Rp. 19.082,- per kg (pada Kurs Rp. 11.600,-/USD). Dapat dibandingkan dengan harga rata-rata bulan Desember 2013 yang mencapai USD Cents 231,13 atau Rp. 27.934,89 per kg (pada Kurs Rp. 12.086,-/USD), atau terjadi penurunan sebesar Rp. 8.853,- per kg.

PT Nusantara Batulicin yang aktif melakukan pembelian karet petani mulai bulan Nopember 2013 sampai dengan Februari 2014 tentu saja sangat merasakan dampak penurunan harga ini. Beberapa analisa terhadap gejala harga karet sangat bervariasi. Ada yang menganalisa bahwa penurunan harga terjadi karena terjadi overstock di China, surplus di Thailand, melemahnya pertumbuhan ekonomi di Eropa dan AS serta China dan India. Penjualan kendaraan bermotor juga turun di sebagian besar negara, baik di negara maju maupun negara sedang berkembang, yang berarti bahwa permintaan karet alam juga turun. Menurut informasi Global Rubber Analytics & Outlook, 2 Juni 2014, dengan keributan politik yang sedang berlangsung di dunia terbesar penghasil karet Thailand, pasar tampak waspada terhadap pemerintah baru yang memutuskan untuk melepas 200.000 ton karet dari stockpile, mengakibatkan harga karet terjun bebas.

IRCos WEEKLY RUBBER MARKET SNAPSHOT: 26   30 May 2014

Kapan kondisi ini akan membaik, juga muncul berbagai analisa. Ada indikasi bahwa situasi akan membaik pada 2014 ini serining dengan dengan kebijakan Pemerintah China untuk memperbaiki perekonomiannya, indikasi terjadinya penurunan produksi karena trauma petani akibat penurunan harga, dan prediksi penurunan produksi akibat El Nino. Namun kenyataannya sampai dengan saat ini harga masih pada posisi terendah.

Dr H.P. Smit, analis pasar karet terkenal dan mantan Sekretaris Jenderal IRSG, telah meramalkan bahwa harga karet alam cenderung menurun ke tingkat sekitar $ 2,50 untuk beberapa tahun ke depan dan kemudian lebih lanjut turun menjadi sekitar $ 2,00 setelah itu. Menurut dia, harga akan meningkat hanya menjelang akhir dekade ini.

Menurut analisis pasar, sampai dengan ekonomi Uni Eropa dan AS pulih sepenuhnya, konsumsi karet alam tidak dapat diharapkan akan kembali secara cepat karena memang faktanya mereka tetap menjadi pasar terbesar.

Memperhatikan pemulihan ekonomi tidak sepenuhnya terjadi sebagaimana diharapkan, penurunan harga karet alam kemungkinan akan berlanjut sepanjang tahun 2014.

But, show must go on, PT Nusantara Batulicin tetap berproduksi dan berinovasi untuk meningkatkan mutu menjadi yang terbaik demi kepuasan pelanggan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *