Harga jalan bokar PTNB hari Senin- Rabu, 22 - 24 Mei 2017 = Rp.12.750,- per kg karet kering.
00-Mekar Bersemi di Tahun 20151 02-Peresmian Pabrik Karet PTNB Tahun 20132 03-Peresmian Pabrik Karet PTNB Tahun 20133 04-Pengurus PTNB Tahun 2012-20144 05-Upacara 17 Agustus 20145 06-Pelatihan Karyawan PTNB 20136 07-Penerimaan Bokar Petani7 08-Penerimaan Bokar Petani8 09-Produksi SIR20 KBY9 10-Ekspor Perdana KBY10 11-Kegiatan Ekspor SIR2011 12-AntriBokar12 12-RUPS LK201613 13-Kegiatan Pelabuhan Surabaya14 14-Laboratory PTNB15 15-Mekar Bersemi di Tahun 201516 01-Pengurus PTNB tahun 201717
css slider by WOWSlider.com v8.6

Archives

now browsing by author

 

Selamat Idul Fitri 1438 H

Batulicin, 25 Juni 2017

 

Komisaris, Direksi, dan seluruh Keluarga Besar Karyawan/Karyawati PT Nusantara Batulicin mengucapkan :

Selamat Idul Fitri 1438H Website

Tanpa terasa sudah sebulan kita menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1438H, menahan hawa nafsu, lapar dan dahaga. Sasarannya tentunya adalah untuk menjadi Pemenang, sebagaimana yang dikisahkan pada jaman Nabi Muhammad.

Demikian juga, tanpa terasa perjalanan PT Nusantara Batulicin sejak mulai ujicoba pabrik pada tahun 2013 yang penuh dengan tantangan. Dapat diibaratkan PT Nusantara Batulicin sedang menjalankan puasa : puasa fasilitas, puasa biaya, puasa harga, puasa pendapatan. Banyak diantaranya yang tidak sanggup untuk menghadapinya, sehingga harus meninggalkan PT Nusantara Batulicin.

Saat ini di tahun 2017, bisa dianggap sebagai lebaran bagi karyawan PT Nusantara Batulicin yang sanggup menahan hawa nafsu tersebut. Sekaranglah saatnya karyawan telah keluar sebagai Pemenang, setelah berpuasa selama 4 (empat) tahun. Waktu yang cukup lama untuk menahan segala hawa nafsu sebagai karyawan.

Masih teringat jelas bagaimana pada masa awal beroperasinya pabrik, karyawan yang pada saat itu berjumlah 76 orang sebagai rekrut karyawan baru, semula membayangkan akan bekerja di sebuah perusahaan yang bonafid, dengan pemimpin-pemimpin yang sudah berpengalaman di perusahaan besar. Pada kenyataannya gambaran tersebut jauh dari yang dibayangkan. Sebagai pabrik dengan peralatan yang masih baru, tidak serta merta dapat beroperasi lancar. Mutu produksi tidak dapat memenuhi standart mutu SNI. Bahan baku harus bersaing dengan tengkulak dan pabrik-pabrik di Banjarmasin, sehingga untuk mendapatan bahan baku harus memasang harga tinggi, itupun dikatakan bahwa PTNB kalah bersaing dengan tengkulak. Penjualan produksi juga jauh dari harapan. Dengan mutu SIR20 yang dibawah standart, tidak ada pembeli yang berminat. Kalaupun ada tentunya dengan harga yang jauh dibawah, bahkan dibawah harga pembelian bahan baku.

Modal kerja yang semula dibayangkan akan mudah didapatkan dari Bank, pada kenyataannya dari 8 (delapan) Bank tidak ada yang bersedia memberikan pinjaman modal kerja. Persyaratan aset lahan pabrik dan amsa operasional minimal 2 tahun, tidak dapat dipenuhi. Karyawan hanya menerima pendapatan sebesar gaji pokok. Fasilitas untuk Direksi dan Karyawan Pimpinan juga harus diminimalisir.

Mulailah masuk kancah peperangan di tahun 2015. Dari 76 orang hasil rekrut tahun 2013, hanya tersisa 55 orang. Komisaris, Direksi, Karyawan Pimpinan dan Karyawan Pelaksana harus merangkap tugas agar perusahaan tetap dapat berjalan. Mengencangkan ikat pinggang, sewa Kantor Direksi distop, sewa kendaraan dinas distop, rapat di luar wilayah distop. Karyawan kantor membantu sebagai operator pabrik. Pengadaan barang mencari semurah mungkin. Itulah puasa, peperangan. Tetapi Direksi memberikan bekal yang cukup kepada karyawan yang memasuki kancah peperangan. Dengan jam olah 20 jam per hari dan dengan formasi 2 shift, maka pendapatan karyawan sangat tinggi. Sungguh sangat beruntung karyawan yang baru direkrut tahun 2015 dan 2016, walaupun baru lulus sekolah sudah dapat menerima pendapatan per bulan sekitar Rp. 4juta – Rp. 6 juta per bulan.

Justru pada saat puasa itulah PTNB mencoba merangkak dengan meningkatkan kepercayaan pelanggan. Mulai dari perolehan bahan baku, Komisaris aktif sosialisasi ke masyarakat tentang kemudahan menjual karet ke PTNB, petani dapat langsung menjual karetnya ke PTNB tanpa melalui pedagang sehingga petani menikmati keuntungan. Fasilitas untuk penjual bokar dibangun: ruang tunggu lengkap dengan TV dan air mineral, pencucian mobil, pelayanan yang ramah, timbangan tanpa rekayasa, penetapan harga terbuka. Sedikit demi sedikit bahan baku mengalir ke PTNB langsung dari petani, bahkan dari luar wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.

Demikian juga dengan penjualan, komitmen mutu benar-benar dibudayakan, SIR20 yang diberikan kepada Pembeli dengan mutu diatas standar SNI. Fasilitas diberikan kepada Pembeli antara lain seluruh biaya pelabuhan ekspor ditanggung PTNB, pembeli tidak perlu lagi memikirkan biaya administrasi di pelabuhan ekspor. Kecepatan penanganan dokumen dan informasi pengiriman yang selalu update diterima pembeli. Yang luar biasa juga adalah pemberian discount factor kepada pembeli dalam rangka mengikat kepercayaan pelanggan. Semua fasilitas untuk pembeli diberikan dengan bersumber dari efisiensi biaya olah dan puasanya karyawan.

Saat inilah, dimulai pada akhir tahun 2016, karyawan telah keluar sebagai Pemenang. Bahan baku mengalir tak terbendung ke PTNB, itupun dengan potensi yang belum masuk ke PTNB masih lebih besar lagi. Pembeli berebut membeli SIR20 “KBY” yang diproduksi oleh PTNB, sehingga banyak calon pembeli yang tidak kebagian jatah.

Sebagai Pemenang, tentunya sudah selayaknya kepada Karyawan diberikan hadiah atau hikmah dari puasanya. Atas tercapainya laba pada tahun 2016, kepada Karyawan diberikan bonus sebesar 1 bulan gaji. Ditambah lagi acara rekreasi untuk karyawan dan keluarganya, pembangunan perumahan dinas, fasilitas olahraga (bantuan sewa tempat), perlengkapan kerja yang lebih lengkap, premi produksi, premi operator alat berat, dan masih banyak lagi. Yang terutama adalah penetapan status karyawan ex rekrut tahun 2015 dan tahun 2016 sebagai Karyawan Tetap, dengan peningkatan gaji pokok dari sebelumnya hanya Rp. 1.500.000,- per bulan menjadi Rp. 2.274.950,- per bulan (sebesar UMK Kab Tanah Bumbu).

Bagian Teknik yang tahun-tahun sebelumnya harus berjibaku mengadakan perbaikan-perbaikan peralatan dengan biaya seefisien mungkin, sekarang bisa bernafas lega karena telah dilakukan penggantian baru peralatan pabrik, rekondisi bangunan, perbaikan besar dilakukan di bengkel luar, pengadaan perlengkapan kerja yang lebih komplit.

Untuk perayaan Idul Fitri tahun 2017 ini perusahaan mengadakan penyembelihan 3 ekor sapi dan ditambah 1 ekor sapi sumbangan dari PT BRI. Bukan hanya untuk karyawan dan keluarganya, tetapi juga diberikan kepada buruh bongkar dan lingkungan sekitar pabrik.

Sapi Idul Fitri 1438H-2aSapi Idul Fitri 1438H-1a

Perumahan dinas yang telah terbangun sebanyak 20 pintu, akan segera dibangun lagi sebanyak 10 pintu. Demikian juga musholla di komplek perumahan akan dibangun pada tahun 2017 ini juga. Semuanya diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan karyawan dan keluarganya.

Lebih jauh lagi, perusahaan juga akan memberikan nuansa kemenangan ini kepada petani karet. Program peningkatan kesejahteraan petani karet Kabupaten Tanah Bumbu juga akan mulai digarap mulai Semester II tahun 2017 ini dengan menindaklanjuti MOU Kemitraan antara PTNB dengan UPPB Kab Tanah Bumbu, dengan sasaran peningkatan mutu karet petani untuk meningkatkan pendapatan petani. Kepada petani akan didorong untuk dapat menjual sendiri produksinya ke PTNB tanpa melalui tengkulak, didorong untuk meningkatkan mutu karetnya dengan memberikan bantuan larutan Asam Semut siap pakai, didorong untuk menghidupkan kembali Koperasi Petani dengan bekerjasama dengan PT BRI untuk permodalannya. Istilah kerennya : merubah dari pekebun karet menjadi pebisnis karet.

Kitapun akan memasuki puasa tahun berikutnya, tentunya dengan bekal yang lebih dari cukup, agar kita dapat mencapai kemenangan yang lebih besar lagi. Untuk tahun berikutnya, bukan hanya kemenangan untuk karyawan PTNB, tetapi juga kemenangan untuk petani karet Kab Tanah Bumbu.

Semoga.

 

 

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1438H / 2017

 

SpandukRamadhan2017-5mx1m-25%

Dishutbun Tanah Bumbu Dorong Peningkatan Mutu Bokar Petani karet

BatulicinNews.com: Pemerintah Kabupaten  Kabupaten Tanah Bumbu  melalui Dinas Kehutanan Dan  Perkebunan (Dishutbun)  setempat dan berbagai steakholder   terus berupaya mendorong  peningkatan mutu bahan olah karet (Bokar) untuk perbaikan harga, sehingga pendapatan petani di kabupaten itu semakin meningkat.

“Salahsatu upaya itu,  Pemerintah Daerah terus mendorong  para petani dalam meningkatkan mutu Bokar dengan penggunaan pengumpal asap cair dan tekhnis sadap yang baik dan benar sehingga berdampak pada penjualan harga karet dipasaran..”kata Kepala Dishutbun Tanah Bumbu Ir. Hanif Faisol Nurofiq. S.Hut saat melakukan expos peningkatan Mutu Bokar Petani di Ruang Rapat Setda Tanbu Selasa kemarin.

Dijelaskannya, Selain meningkatkan mutu bahan olah karet (bokar) maka upaya berikutnya adalah  menyelenggarakan tata  niaga Bokar berkualitas melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). ”Secara positif, melalui  UPPB ini akan menstabilkan harga Karet ditingkat petani, disamping itu   juga akan  memutuskan mata rantai tengkulak yang membeli karet warga dengan harga rendah, sehingga  dapat meningkatkan pendapatan para petani karet itu ”terang Hanif.

Hanief  menjelaskan,  secara umum, dalam menjual hasil bokarnya, petani masih menghasilkan bokar dalam bentuk kotor. Padahal dengan adanya kotoran itu, mutu bokar justeru menjadi lebih rendah. “Petani masih suka menjual bokar dalam bentuk kotor. Untuk itu   kita upayakan bokar sudah dapat dihasilkan dalam kondisi yang baik,”Tandasnya.

Terkait upaya pemerintah untuk menstabilkan harga karet ditingkat petani sudah pernah di paparkan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming dalam berbagai kesempatan. Menurut Bupati  pada saat harga karet anjlok, sebaiknya para petani bisa menyimpan hasil karetnya terlebih dahulu, dan tidak terburu – buru menjual kepada spekulan, sehingga tidak dihantui ketidakpastian harga.

”Jika harga masih belum stabil, pemerintah daerah sudah siap membeli karet yang disimpan oleh para petani, ” tegasnya.
Para petani, bisa menjual kepada pemerintah daerah melalui Perusda, sebagaimana harga yang sudah ditetapkan. Namun, jika harganya stabil petani boleh menjual ke luar, sehingga dengan ketetapan harga itu, para petani tidak perlu menjual ke spekulan yang dianggap kurang menguntungkan bagi para petani.

Penulis: Erwin

Sumber : http://batulicinnews.com/dishutbun-tanah-bumbu-dorong-peningkatan-mutu-bokar-petani-karet.html#

 

Visi-Vision

visiptnb2017

PTNB dan Petani Karet Membangun Tanah Bumbu

visiptnb2016

Wowslider

  • 00-Mekar Bersemi di Tahun 2015
  • 01-Pengurus PT Nusantara Batulicin Tahun 2016
  • 02-Penjual Bokar Antri
  • 03-Antri Bongkar Bokar Petani
  • 04-Pembongkaran dan Penimbangan Bokar Petani
  • 05-Produksi SIR20 KBY
  • 06-Laboratory PTNB
  • 07-Pemberian Hadiah Lomba 17 Agustus 2016
  • 08-Perjuangan Mencapai Tujuan
  • jquery carousel
  • 10-Penuh semangat
00-Mekar Bersemi di Tahun 20151 01-Pengurus PT Nusantara Batulicin Tahun 20162 02-Penjual Bokar Antri3 03-Antri Bongkar Bokar Petani4 04-Pembongkaran dan Penimbangan Bokar Petani5 05-Produksi SIR20 KBY6 06-Laboratory PTNB7 07-Pemberian Hadiah Lomba 17 Agustus 20168 08-Perjuangan Mencapai Tujuan9 09-Rame-rame memeriahkan HUT RI 201610 10-Penuh semangat11
responsive slider by WOWSlider.com v8.6

Wowslider

wowslider id=”2″

Protected: Coba-coba

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Keajaiban Leicester City FC : 3 Pelajaran Kunci tentang Sukses dan Passion

Gambar diambil dari http://strategimanajemen.net/apps23/wp-content/uploads/2016/05/leicester-behind-scenes_3431711.jpg

Batulicin, 9 Mei 2016

Setiap Senin pagi, saya selalu menerima kiriman email dari blog http://strategimanajemen.net/ yang dikelola oleh Yodhia Antariksa. Isinya selalu bagus, terutama mengenai human resource (motivasi), dan sering saya jadikan bahan dan rujukan untuk memberikan motivasi kepada karyawan di PT Nusantara Batulicin. Bahasanya sangat membumi, santai, renyah, selalu cocok menjadi teman minum kopi / teh di pagi hari, mak sruput……

Artikel kali inipun sangat pas dengan kondisi SDM di PT Nusantara Batulicin, yang saat ini sedang bersemangat untuk berpacu dalam produksi, dalam rangka mengejar mimpi menjadi perusahaan yang memiliki daya saing tinggi.

YES! KITA BISA! Inilah yel-yel yang selalu diteriakkan oleh seluruh karyawan setiap pagi, sebelum memulai kegiatan.

Kembali ke artikelnya pak Yodhia diatas, menceritakan bagaimana Leicester City yang mewakili stereotip miskin, penurut, dan lemah tak berdaya, sukses menjadi juara, setelah mampu menarik simpati banyak pihak di sekitarnya. – See more at: http://strategimanajemen.net/2016/05/09/keajaiban-leiceter-city-3-pelajaran-kunci-tentang-sukses-dan-passion/#comment-196889

Para rival yang secara teknis lebih kaya, lebih kuat, dan memiliki posisi tawar lebih tinggi, di akhir musim justru mendukung si lemah itu untuk mengukir sejarah.

Sepakbola adalah miniatur organisasi. Di sana secara lengkap tersaji strategi organisasi, pemilihan struktur, penempatan personel, pengembangan pemain, motivasi, kerjasama, kegairahan, target, dan menang atau kalah.

Maka, dari kemenangan Lecester City ini, kita bisa bercermin kembali, mengapa mereka bisa sukses.

LCFC jelas memberikan pelajaran bahwa modal uang saja tidak bisa membeli kesuksesan.

Ada hal-hal yang jauh lebih berperan bagi kesuksesan organisasi dan bisnis. Apakah itu?

Kerja Sama.
“Fans seperti tomat. Tanpa tomat, tidak akan ada pizza.”

Sebuah ungkapan sederhana dari Claudio Ranieri ini menggambarkan betapa dirinya sangat menghargai setiap elemen dalam organisasi, bahkan kepada penonton yang kalau dalam proses bisnis, penonton ini bukan pelaku utama dalam keberhasilan organisasi.

Kalau dalam organisasi dikenal adanya critical position dan supporting position, jelas penonton tidaklah masuk dalam critical position. Tapi Ranieri menganggap bahwa tanpa adanya penonton, organisasi tak bisa eksis.

Psikologi mengenal adanya istilah Kohesivitas. Ini adalah nama lain dari teamwork. Carron mendefinisikan teamwork sebagai proses dinamik yang menggambarkan kecenderungan sebuah kelompok yang tetap bersatu dan tetap pada kebersamaan tujuan dan sasaran.

Sebuah team atau kelompok dikatakan kohesif jika memiliki tanda-tanda sebagai berikut: adanya saling ketergantungan antar anggota, hubungan yang stabil antar anggota kelompok, perasaan bertanggung jawab terhadap hasil usaha kelompok, berkurangnya ketidakhadiran, dan kemampuan bertahan terhadap gangguan.

Ciri-ciri ini ada semuanya di Leicester City. Tidak adanya pemain yang berstatus ‘sangat bintang’ membuat mereka harus berkolaborasi untuk menghasilkan kinerja yang terbaik.

Si Rubah adalah organisasi yang sangat fokus pada tujuan. Statistik mereka yang menggambarkan kinerja proses bukanlah yang terbaik. Penguasaan bola kurang dari 45%, rata-rata jumlah umpan dalam satu pertandingan masuk katergori 5 tim terbawah, akurasi umpannya pun memprihatinkan unutk ukuran kampiun liga besar dunia.

Namun mereka mampu mengeksploitasi keunggulan kompetitif mereka untuk mendapatkan kinerja hasil yang maksimal.

Di sini prinsip pareto berlaku. Bahwa siapapun yang mampu mengoptimalkan 20% keunggulan kompetitif pada bisnis utama, memiliki peluang keberhasilan 80%. Keunggulan kompetitif mereka adalah kecepatan pemain-pemainnya.

Tak tanggung-tanggung, mereka menyumbang 4 pemain dengan kecepatan tertinggi di Premier League dan 3 posisi teratas diduduki pemain mereka, sementara yang peringkat keempat adalah eks akademi Leicester.

Keunggulan kedua adalah pertahanan yang solid. Hal ini ditandai dengan kiper mereka, Kasper Schmeicel mencatat clean sheet (tidak kebobolan dalam satu pertandingan) di posisi keempat terbaik. Sedangkan bek mereka, Kante, adalah pemain tersukses dalam melakukan intersep dan tekel dibanding bek-bek tim lain.

Jadi yang merela lakukan adalah bertahan dengan baik, tak memainkan bola terlalu lama, mengirimkan bola-bola daerah dan langsung maju ke depan dengan kecepatan pemain-pemain mereka, untuk menghukum tim lawan melalui serangan balik. Ini tak akan berhasil jika mereka tidak melakukan kerjasama dengan baik.

Resiliensi.
Saya mengenal istilah ini dari Handry Santriago (CEO GE) beberapa tahun lalu ketika menceritakan kisah sukses beliau.

Salah satu yang sangat membekas adalah cerita tentang resiliensi ini. Ia menyebutkan bahwa kunci sukses dirinya adalah ability to bounching back <kemampuan untuk bangun kembali setelah mengalami kejatuhan>

Ada dua pilihan ketika jatuh, menjadi karung pasir atau menjadi bola bekel. Kantong pasir ketika jatuh tidak ke mana-mana. Namun bola bekel berbeda. Ketika dijatuhkan ke lantai, dengan kelenturannya dia akan memantul. Semakin keras didorong atau dijatuhkan ke lantai, semakin tinggi bola itu melenting.

Leicester City jangan ditanya. Dia adalah simbol tim yang teraniaya. Musim sebelumnya harus berjuang mati-matian hanya untuk bisa bertahan di Liga Primer. Awal musim harus kehilangan pelatih karena masalah non teknik.

Namun mereka mampu bangkit dari keterpurukan itu dan hasilnya adalah kesuksesan. Cerita-cerita sukses semacam ini sangat sering kita jumpai.

Passion.
“Resep paling penting itu semangat tim. Kedua, para pemain dapat menikmati sesi latihan. Ini penting supaya mereka bisa bekerja keras sekaligus menikmatinya,” ungkap Ranieri.

Kutipan ini menggambarkan bahwa tim ini diliputi oleh semangat yang tinggi, yang terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Semangat itu dijaga secara konsisten baik di latihan maupun di pertandingan.

Hanya semangat di salah satu bagian saja tidak akan sukses. Misalnya hanya semangat di latihan, dengan target terpilih di starting line up, tidak akan membawa kesuksesan tim di pertandingan sesungguhnya. Sedangkan semangat saja di pertandingan tidak cukup.

Tim yang sukses dalam jangka panjang membutuhkan Myelin yang memadai.

Myelin, istilah dari Rheinald Kasali, atau membangun otot kerja secara intensif melalui latihan yang spartan. Maka, myelin tidak akan cukup terbentuk jika tidak dilatih dengan semangat. Jika Myelin organisasi tidak kuat, maka ketika pertandingan pun tidak akan maksimal. Istilah iklannya, Semangat aja Tidak Cukup.

Tiga hal itu adalah sebagian kecil dari banyak hal yang membawa kesuksesan Leicester City.

Menurut Ranieri, “Setelah Anda harus melakukan segalanya dengan benar, tapi seperti sejumput garam di dalam pizza, Anda butuh kemujuran.”

Sepakat dengan hal tersebut, Leicester City adalah sebuah keberuntungan.

Namun ini adalah Keberuntungan versi Thomas Jefferson yang mengatakan, “Saya sangat percaya pada keberuntungan. Semakin keras saya bekerja, semakin besar saya memiliki hal itu.”

Jadi, tidak ada keberuntungan tanpa usaha dan kerja keras.

http://strategimanajemen.net/2016/05/09/keajaiban-leiceter-city-3-pelajaran-kunci-tentang-sukses-dan-passion/#comment-196889

Bagaimana dengan PT Nusantara Batulicin?

Sebagai perusahaan yang baru berumur 4 tahun, dengan modal yang sangat terbatas, apalagi setelah mengalami kerugian besar akibat diterpa badai merosotnya harga karet di tahun 2014 – 2015. Mengawali tahun 2016 ini dengan berbekal modal tipis, namun dengan semangat besar. Keberuntungan juga merupakan modal besar, karena saat ini harga karet mulai membaik.

Dalam hal ini PT NB memiliki keunggulan yang akan dieksplorasi dalam mencaai tujuan.

Kerjasama / Teamwork. Untuk yang satu ini merupakan salah satu keunggulan di PTNB.

Budaya kerja di PTNB yang terakhir ini dipupuk dan diakselerasi hingga menjadi budaya adalah Kerjasama. Karyawan memandang bahwa tujuan akhir perusahaan merupakan mimpi karyawan. Setiap karyawan akan melihat kelompok mana yang mengalami kesulitan dalam mencapai target, maka kelompok lain tanpa dikomando akan dengan cepat memberikan bantuan. Tidak heran kalau melihat di PTNB, seorang Satpam membantu mengemas karet, atau seorang petugas akuntansi juga ikut menimbang karet. Di PTNB tidak ada spesialisasi, hampir semua operator juga menjadi mekanik.

Seorang sopir truck, pada saat truck sedang mengisi remahan, maka dia akan turun dari trucknya dan mengontrol bak blending dan conveyor, atau langsung beralih menjadi operator loader untuk mengumpan bahan.

Karyawan memahami bahwa sasaran akhir perusahaan merupakan tanggung jawab seluruh jajaran, termasuk karyawan di lini bawah. Bila sasaran akhir perusahaan tidak tercapai, maka karyawan yang terbawah juga akan menanggung akibatnya.

Resiliensi / daya tahan. Hal inipun juga merupakan cambuk yang telah dirasakan oleh PTNB pada awal operasional perusahaan di tahun 2014-2015 dengan terpuruknya harga karet dunia dan tidak diperolehnya pinjaman modal kerja dari Bank.

Cambuk tersebut tidak menjadikan karyawan PTNB menjadi jera, justru menjadi lebih kuat. Kalau harga karet dunia turun, berarti harus lebih mengencangkan ikat pinggang. Kalau tidak mendapat modal kerja dari Bank, berarti harus memberdayakan modal sendiri walaupun sangat tipis, asal perputarannya bisa cepat, pasti akan berkelanjutan dan berkembang. Kuncinya ada di kepercayaan pelanggan, baik penjual bahan baku (bokar) maupun pembeli produk akhir (SIR).

Dengan bekal Resiliensi dan kepercayaan pelanggan, maka mulai bulan Mei 2016 ini PTNB bertekad untuk mengembangkan kapasitas produksi 2 kali lipat. < walaupun dengan modal finansial sangat-sangat terbatas, tapi semangat yang berlimpah >. Kedengarannya bombastis banget. Tapi itulah yang terjadi, sehingga tidaklah heran jika proses pembelian bahan baku tersendat-sendat karena kurangnya modal kerja. Beruntunglah karena pelanggan masih menaruh kepercayaan terhadap PTNB. Sehingga pada saat dana tersedia, berbondong-bondonglah penjual bokar berdatangan.

Kondisi demikian juga meningkatkan semangat kerja karyawan. Mereka sudah memahami bahwa semakin tinggi produksi maka daya saing perusahaan akan makin tinggi juga. Secara otomatis karyawan akan menetapkan sendiri target produksinya semaksimal mungkin.

Passion. Seluruh karyawan sudah membayangkan bahwa PTNB akan berhasil. Mereka merupakan generasi muda dengan masa kerja yang masih akan panjang, 25 – 30 tahun lagi. Pondasi-pondasi keberhasilan itu harus dibangun mulai saat ini. Itulah yang menjadi passion mereka.

Kepada karyawan pada saat apel pagi, sering diingatkan bahwa untuk bisa sukses maka VISI harus digantung di langit-langit kamar, sehingga menjelang tidur, bahkan mudah-mudahan akan terbawa ke mimpi, apa yang menjadi VISI tsb akan selalu terbayang.

Bahkan mestinya bukan hanya digantung di langit-langit kamar, tapi digantung di dahi tepat 5 cm di depan mata < kata Genta dalam film Indonesia “5 Cm”>.

Passion in pula yang menjadi penyemangat karyawan setiap hari dengan meneriakkan yel : “YES! KITA BISA!”

Di tengah-tengah persaingan dengan perusahaan karet sekitar yang bermodalkan kuat dan berpengalaman bertahun-tahun, siapa takut?

Semoga.

<sg>

 

Pelayanan Penjualan

PTNB mengutamakan kepuasan dan kepercayaan pelanggan.

Oleh sebab itu sejak dari proses penerimaan bahan olah karet (Bokar) hingga penerimaan SIR oleh Pelanggan, menjadi fokus utama kami.

  1. PTNB selalu berusaha untuk memperoleh Bokar dengan mutu yang memenuhi SNI 06-2047-2002 dan Peraturan Menteri Perdagangan No.53/M-DAG /PER /10/2009 tentang Pengawasan Mutu Bahan Olah Komoditi Ekspor Standar Indonesia Rubber.
  2. Selama proses pengolahan, fokus utama adalah zero contaminant dan mendapatkan mutu karet yang tinggi walaupun berasal dari bahan baku yang beragam.
  3. Pada proses pengemasan, pengamatan terhadap white spot & contaminant dilakukan dengan ketat. Kompetensi petugas sortasi produksi terus ditingkatkan.
  4. Untuk menghindari kontaminasi pada produk yang telah dikemas, pada stasiun pengemasan dan gudang SIR menggunakan lantai plat baja, sehingga bebas debu.
  5. Pada proses pengiriman dari gudang SIR maupun pada saat stuffing di Pelabuhan Samudera Batulicin maupun pada saat restuffing di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, diadakan pemeriksaan ulang terhadap kondisi SIR dan kebersihan kemasan.
  6. Pengangkutan SIR dari pabrik ke Pelabuhan menggunakan truck yang tertutup terpal secara rapat, untuk menghindari pencemaran selama di perjalanan.
  7. Apabila ditemui adanya kerusakan SIR di Pelabuhan Samudera Batulicin, atau di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, atau bahkan pada saat SIR diterima oleh Pembeli, langsung diadakan penggantian barang dengan cepat.

Selain pelayanan terhadap jaminan mutu SIR, PTNB juga menginginkan kepuasan pelanggan melalui pelayanan proses penjualan, antara lain :

  1. Proses administrasi penjualan yang cepat dan sederhana.
  2. Monitoring dan evaluasi proses pengiriman hingga sampai di Pelabuhan Tujuan.
  3. Menjamin biaya yang timbul (denda) akibat keterlambatan pelayanan penjualan atau administrasi dokumen ekspor.
  4. Segera mengirimkan AWB (bukti resi pengiriman dokumen asli penjualan) dan softcopy dokumen penjualan kepada Pembeli.