Harga jalan bokar PTNB hari Senin- Rabu, 22 - 24 Mei 2017 = Rp.12.750,- per kg karet kering.
00-Mekar Bersemi di Tahun 20151 02-Peresmian Pabrik Karet PTNB Tahun 20132 03-Peresmian Pabrik Karet PTNB Tahun 20133 04-Pengurus PTNB Tahun 2012-20144 05-Upacara 17 Agustus 20145 06-Pelatihan Karyawan PTNB 20136 07-Penerimaan Bokar Petani7 08-Penerimaan Bokar Petani8 09-Produksi SIR20 KBY9 10-Ekspor Perdana KBY10 11-Kegiatan Ekspor SIR2011 12-AntriBokar12 12-RUPS LK201613 13-Kegiatan Pelabuhan Surabaya14 14-Laboratory PTNB15 15-Mekar Bersemi di Tahun 201516 01-Pengurus PTNB tahun 201717
css slider by WOWSlider.com v8.6

May, 2016

now browsing by month

 

Keajaiban Leicester City FC : 3 Pelajaran Kunci tentang Sukses dan Passion

Gambar diambil dari http://strategimanajemen.net/apps23/wp-content/uploads/2016/05/leicester-behind-scenes_3431711.jpg

Batulicin, 9 Mei 2016

Setiap Senin pagi, saya selalu menerima kiriman email dari blog http://strategimanajemen.net/ yang dikelola oleh Yodhia Antariksa. Isinya selalu bagus, terutama mengenai human resource (motivasi), dan sering saya jadikan bahan dan rujukan untuk memberikan motivasi kepada karyawan di PT Nusantara Batulicin. Bahasanya sangat membumi, santai, renyah, selalu cocok menjadi teman minum kopi / teh di pagi hari, mak sruput……

Artikel kali inipun sangat pas dengan kondisi SDM di PT Nusantara Batulicin, yang saat ini sedang bersemangat untuk berpacu dalam produksi, dalam rangka mengejar mimpi menjadi perusahaan yang memiliki daya saing tinggi.

YES! KITA BISA! Inilah yel-yel yang selalu diteriakkan oleh seluruh karyawan setiap pagi, sebelum memulai kegiatan.

Kembali ke artikelnya pak Yodhia diatas, menceritakan bagaimana Leicester City yang mewakili stereotip miskin, penurut, dan lemah tak berdaya, sukses menjadi juara, setelah mampu menarik simpati banyak pihak di sekitarnya. – See more at: http://strategimanajemen.net/2016/05/09/keajaiban-leiceter-city-3-pelajaran-kunci-tentang-sukses-dan-passion/#comment-196889

Para rival yang secara teknis lebih kaya, lebih kuat, dan memiliki posisi tawar lebih tinggi, di akhir musim justru mendukung si lemah itu untuk mengukir sejarah.

Sepakbola adalah miniatur organisasi. Di sana secara lengkap tersaji strategi organisasi, pemilihan struktur, penempatan personel, pengembangan pemain, motivasi, kerjasama, kegairahan, target, dan menang atau kalah.

Maka, dari kemenangan Lecester City ini, kita bisa bercermin kembali, mengapa mereka bisa sukses.

LCFC jelas memberikan pelajaran bahwa modal uang saja tidak bisa membeli kesuksesan.

Ada hal-hal yang jauh lebih berperan bagi kesuksesan organisasi dan bisnis. Apakah itu?

Kerja Sama.
“Fans seperti tomat. Tanpa tomat, tidak akan ada pizza.”

Sebuah ungkapan sederhana dari Claudio Ranieri ini menggambarkan betapa dirinya sangat menghargai setiap elemen dalam organisasi, bahkan kepada penonton yang kalau dalam proses bisnis, penonton ini bukan pelaku utama dalam keberhasilan organisasi.

Kalau dalam organisasi dikenal adanya critical position dan supporting position, jelas penonton tidaklah masuk dalam critical position. Tapi Ranieri menganggap bahwa tanpa adanya penonton, organisasi tak bisa eksis.

Psikologi mengenal adanya istilah Kohesivitas. Ini adalah nama lain dari teamwork. Carron mendefinisikan teamwork sebagai proses dinamik yang menggambarkan kecenderungan sebuah kelompok yang tetap bersatu dan tetap pada kebersamaan tujuan dan sasaran.

Sebuah team atau kelompok dikatakan kohesif jika memiliki tanda-tanda sebagai berikut: adanya saling ketergantungan antar anggota, hubungan yang stabil antar anggota kelompok, perasaan bertanggung jawab terhadap hasil usaha kelompok, berkurangnya ketidakhadiran, dan kemampuan bertahan terhadap gangguan.

Ciri-ciri ini ada semuanya di Leicester City. Tidak adanya pemain yang berstatus ‘sangat bintang’ membuat mereka harus berkolaborasi untuk menghasilkan kinerja yang terbaik.

Si Rubah adalah organisasi yang sangat fokus pada tujuan. Statistik mereka yang menggambarkan kinerja proses bukanlah yang terbaik. Penguasaan bola kurang dari 45%, rata-rata jumlah umpan dalam satu pertandingan masuk katergori 5 tim terbawah, akurasi umpannya pun memprihatinkan unutk ukuran kampiun liga besar dunia.

Namun mereka mampu mengeksploitasi keunggulan kompetitif mereka untuk mendapatkan kinerja hasil yang maksimal.

Di sini prinsip pareto berlaku. Bahwa siapapun yang mampu mengoptimalkan 20% keunggulan kompetitif pada bisnis utama, memiliki peluang keberhasilan 80%. Keunggulan kompetitif mereka adalah kecepatan pemain-pemainnya.

Tak tanggung-tanggung, mereka menyumbang 4 pemain dengan kecepatan tertinggi di Premier League dan 3 posisi teratas diduduki pemain mereka, sementara yang peringkat keempat adalah eks akademi Leicester.

Keunggulan kedua adalah pertahanan yang solid. Hal ini ditandai dengan kiper mereka, Kasper Schmeicel mencatat clean sheet (tidak kebobolan dalam satu pertandingan) di posisi keempat terbaik. Sedangkan bek mereka, Kante, adalah pemain tersukses dalam melakukan intersep dan tekel dibanding bek-bek tim lain.

Jadi yang merela lakukan adalah bertahan dengan baik, tak memainkan bola terlalu lama, mengirimkan bola-bola daerah dan langsung maju ke depan dengan kecepatan pemain-pemain mereka, untuk menghukum tim lawan melalui serangan balik. Ini tak akan berhasil jika mereka tidak melakukan kerjasama dengan baik.

Resiliensi.
Saya mengenal istilah ini dari Handry Santriago (CEO GE) beberapa tahun lalu ketika menceritakan kisah sukses beliau.

Salah satu yang sangat membekas adalah cerita tentang resiliensi ini. Ia menyebutkan bahwa kunci sukses dirinya adalah ability to bounching back <kemampuan untuk bangun kembali setelah mengalami kejatuhan>

Ada dua pilihan ketika jatuh, menjadi karung pasir atau menjadi bola bekel. Kantong pasir ketika jatuh tidak ke mana-mana. Namun bola bekel berbeda. Ketika dijatuhkan ke lantai, dengan kelenturannya dia akan memantul. Semakin keras didorong atau dijatuhkan ke lantai, semakin tinggi bola itu melenting.

Leicester City jangan ditanya. Dia adalah simbol tim yang teraniaya. Musim sebelumnya harus berjuang mati-matian hanya untuk bisa bertahan di Liga Primer. Awal musim harus kehilangan pelatih karena masalah non teknik.

Namun mereka mampu bangkit dari keterpurukan itu dan hasilnya adalah kesuksesan. Cerita-cerita sukses semacam ini sangat sering kita jumpai.

Passion.
“Resep paling penting itu semangat tim. Kedua, para pemain dapat menikmati sesi latihan. Ini penting supaya mereka bisa bekerja keras sekaligus menikmatinya,” ungkap Ranieri.

Kutipan ini menggambarkan bahwa tim ini diliputi oleh semangat yang tinggi, yang terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Semangat itu dijaga secara konsisten baik di latihan maupun di pertandingan.

Hanya semangat di salah satu bagian saja tidak akan sukses. Misalnya hanya semangat di latihan, dengan target terpilih di starting line up, tidak akan membawa kesuksesan tim di pertandingan sesungguhnya. Sedangkan semangat saja di pertandingan tidak cukup.

Tim yang sukses dalam jangka panjang membutuhkan Myelin yang memadai.

Myelin, istilah dari Rheinald Kasali, atau membangun otot kerja secara intensif melalui latihan yang spartan. Maka, myelin tidak akan cukup terbentuk jika tidak dilatih dengan semangat. Jika Myelin organisasi tidak kuat, maka ketika pertandingan pun tidak akan maksimal. Istilah iklannya, Semangat aja Tidak Cukup.

Tiga hal itu adalah sebagian kecil dari banyak hal yang membawa kesuksesan Leicester City.

Menurut Ranieri, “Setelah Anda harus melakukan segalanya dengan benar, tapi seperti sejumput garam di dalam pizza, Anda butuh kemujuran.”

Sepakat dengan hal tersebut, Leicester City adalah sebuah keberuntungan.

Namun ini adalah Keberuntungan versi Thomas Jefferson yang mengatakan, “Saya sangat percaya pada keberuntungan. Semakin keras saya bekerja, semakin besar saya memiliki hal itu.”

Jadi, tidak ada keberuntungan tanpa usaha dan kerja keras.

http://strategimanajemen.net/2016/05/09/keajaiban-leiceter-city-3-pelajaran-kunci-tentang-sukses-dan-passion/#comment-196889

Bagaimana dengan PT Nusantara Batulicin?

Sebagai perusahaan yang baru berumur 4 tahun, dengan modal yang sangat terbatas, apalagi setelah mengalami kerugian besar akibat diterpa badai merosotnya harga karet di tahun 2014 – 2015. Mengawali tahun 2016 ini dengan berbekal modal tipis, namun dengan semangat besar. Keberuntungan juga merupakan modal besar, karena saat ini harga karet mulai membaik.

Dalam hal ini PT NB memiliki keunggulan yang akan dieksplorasi dalam mencaai tujuan.

Kerjasama / Teamwork. Untuk yang satu ini merupakan salah satu keunggulan di PTNB.

Budaya kerja di PTNB yang terakhir ini dipupuk dan diakselerasi hingga menjadi budaya adalah Kerjasama. Karyawan memandang bahwa tujuan akhir perusahaan merupakan mimpi karyawan. Setiap karyawan akan melihat kelompok mana yang mengalami kesulitan dalam mencapai target, maka kelompok lain tanpa dikomando akan dengan cepat memberikan bantuan. Tidak heran kalau melihat di PTNB, seorang Satpam membantu mengemas karet, atau seorang petugas akuntansi juga ikut menimbang karet. Di PTNB tidak ada spesialisasi, hampir semua operator juga menjadi mekanik.

Seorang sopir truck, pada saat truck sedang mengisi remahan, maka dia akan turun dari trucknya dan mengontrol bak blending dan conveyor, atau langsung beralih menjadi operator loader untuk mengumpan bahan.

Karyawan memahami bahwa sasaran akhir perusahaan merupakan tanggung jawab seluruh jajaran, termasuk karyawan di lini bawah. Bila sasaran akhir perusahaan tidak tercapai, maka karyawan yang terbawah juga akan menanggung akibatnya.

Resiliensi / daya tahan. Hal inipun juga merupakan cambuk yang telah dirasakan oleh PTNB pada awal operasional perusahaan di tahun 2014-2015 dengan terpuruknya harga karet dunia dan tidak diperolehnya pinjaman modal kerja dari Bank.

Cambuk tersebut tidak menjadikan karyawan PTNB menjadi jera, justru menjadi lebih kuat. Kalau harga karet dunia turun, berarti harus lebih mengencangkan ikat pinggang. Kalau tidak mendapat modal kerja dari Bank, berarti harus memberdayakan modal sendiri walaupun sangat tipis, asal perputarannya bisa cepat, pasti akan berkelanjutan dan berkembang. Kuncinya ada di kepercayaan pelanggan, baik penjual bahan baku (bokar) maupun pembeli produk akhir (SIR).

Dengan bekal Resiliensi dan kepercayaan pelanggan, maka mulai bulan Mei 2016 ini PTNB bertekad untuk mengembangkan kapasitas produksi 2 kali lipat. < walaupun dengan modal finansial sangat-sangat terbatas, tapi semangat yang berlimpah >. Kedengarannya bombastis banget. Tapi itulah yang terjadi, sehingga tidaklah heran jika proses pembelian bahan baku tersendat-sendat karena kurangnya modal kerja. Beruntunglah karena pelanggan masih menaruh kepercayaan terhadap PTNB. Sehingga pada saat dana tersedia, berbondong-bondonglah penjual bokar berdatangan.

Kondisi demikian juga meningkatkan semangat kerja karyawan. Mereka sudah memahami bahwa semakin tinggi produksi maka daya saing perusahaan akan makin tinggi juga. Secara otomatis karyawan akan menetapkan sendiri target produksinya semaksimal mungkin.

Passion. Seluruh karyawan sudah membayangkan bahwa PTNB akan berhasil. Mereka merupakan generasi muda dengan masa kerja yang masih akan panjang, 25 – 30 tahun lagi. Pondasi-pondasi keberhasilan itu harus dibangun mulai saat ini. Itulah yang menjadi passion mereka.

Kepada karyawan pada saat apel pagi, sering diingatkan bahwa untuk bisa sukses maka VISI harus digantung di langit-langit kamar, sehingga menjelang tidur, bahkan mudah-mudahan akan terbawa ke mimpi, apa yang menjadi VISI tsb akan selalu terbayang.

Bahkan mestinya bukan hanya digantung di langit-langit kamar, tapi digantung di dahi tepat 5 cm di depan mata < kata Genta dalam film Indonesia “5 Cm”>.

Passion in pula yang menjadi penyemangat karyawan setiap hari dengan meneriakkan yel : “YES! KITA BISA!”

Di tengah-tengah persaingan dengan perusahaan karet sekitar yang bermodalkan kuat dan berpengalaman bertahun-tahun, siapa takut?

Semoga.

<sg>

 

Pelayanan Penjualan

PTNB mengutamakan kepuasan dan kepercayaan pelanggan.

Oleh sebab itu sejak dari proses penerimaan bahan olah karet (Bokar) hingga penerimaan SIR oleh Pelanggan, menjadi fokus utama kami.

  1. PTNB selalu berusaha untuk memperoleh Bokar dengan mutu yang memenuhi SNI 06-2047-2002 dan Peraturan Menteri Perdagangan No.53/M-DAG /PER /10/2009 tentang Pengawasan Mutu Bahan Olah Komoditi Ekspor Standar Indonesia Rubber.
  2. Selama proses pengolahan, fokus utama adalah zero contaminant dan mendapatkan mutu karet yang tinggi walaupun berasal dari bahan baku yang beragam.
  3. Pada proses pengemasan, pengamatan terhadap white spot & contaminant dilakukan dengan ketat. Kompetensi petugas sortasi produksi terus ditingkatkan.
  4. Untuk menghindari kontaminasi pada produk yang telah dikemas, pada stasiun pengemasan dan gudang SIR menggunakan lantai plat baja, sehingga bebas debu.
  5. Pada proses pengiriman dari gudang SIR maupun pada saat stuffing di Pelabuhan Samudera Batulicin maupun pada saat restuffing di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, diadakan pemeriksaan ulang terhadap kondisi SIR dan kebersihan kemasan.
  6. Pengangkutan SIR dari pabrik ke Pelabuhan menggunakan truck yang tertutup terpal secara rapat, untuk menghindari pencemaran selama di perjalanan.
  7. Apabila ditemui adanya kerusakan SIR di Pelabuhan Samudera Batulicin, atau di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, atau bahkan pada saat SIR diterima oleh Pembeli, langsung diadakan penggantian barang dengan cepat.

Selain pelayanan terhadap jaminan mutu SIR, PTNB juga menginginkan kepuasan pelanggan melalui pelayanan proses penjualan, antara lain :

  1. Proses administrasi penjualan yang cepat dan sederhana.
  2. Monitoring dan evaluasi proses pengiriman hingga sampai di Pelabuhan Tujuan.
  3. Menjamin biaya yang timbul (denda) akibat keterlambatan pelayanan penjualan atau administrasi dokumen ekspor.
  4. Segera mengirimkan AWB (bukti resi pengiriman dokumen asli penjualan) dan softcopy dokumen penjualan kepada Pembeli.

 

 

Perijinan Penjualan

Dalam rangka memenuhi ketentuan perdagangan karet yang berlaku di Indonesia dan ekspor, PTNB telah memenuhi perijinan yang diperlukan :

  1. Perijinan Perusahaan Pengolahan Karet :
    • Anggaran Dasar PTNB
    • Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
    • Izin Tempat Usaha/Domisili
    • Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
    • Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP)
    • UKL/UPL
    • Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
    • Izin Usaha Industri (SIUI)
  2. Perijinan Perdagangan Karet :
    • Anggota Gapkindo
    • Tanda Pengenal Produk (TPP)
    • SPPT-SNI
    • Sistem Managemen Mutu (ISO 9001 2008)
  3. Perijinan Perdagangan Ekspor :
    • Nomor Induk Kepabeanan (NIK)
    • Nota Kesepakatan PDE dengan Bea Cukai Surabaya

Realisasi Penjualan

Realisasi penjualan SIR20 telah dilaksanakan sejak tahun 2013, baik penjualan ekspor maupun penjualan lokal.

Sistim penyerahan yang telah dilaksanakan :

  • Franco Pabrik Karet PTNB
  • FOB Pelabuhan Samudera Batulicin
  • FOB Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
  • C/F Pelabuhan Pembeli di Karachi, Pakistan
  • Door Gudang Pembeli di Medan

Sistim pembayaran yang telah dilaksanakan :

  • Cash Before Delivery (CBD)
  • Cash Against Documents Received (CAD)
  • CAD with Down Payment (DP)
  • Letter of Credits (L/C) at sight

Daftar Pelanggan Penjualan Lokal / Locally Sales

  1. CV Mitra Persada, Surabaya
  2. PT Kebun Makmur Sejahtera, Balikpapan
  3. PT Garuda Mas Perkasa, Medan
  4. PT Wilson Lautan Karet, Banjarmasin
  5. CV Jadi Jaya Makmur, Semarang

Daftar Pelanggan Penjualan Ekspor / Export Sales

  1. Welcome Trading Co PTE Ltd, Singapore
  2. Coldspec Marketing Sdn BHD, Malaysia
  3. Centrotrade Minerals & Mine, USA
  4. Centrotrade Deutschland Gmbh, Germany
  5. Hevealand Sdn BHD, Malaysia
  6. Sri Trang International PTE Ltd, Singapore
  7. Howe Industrial Supplies Ltd, Hongkong for RCMA, USA
  8. The General Tyre and Rubber, Pakistan
  9. Solar Universe Rubber Sdn Bhd, Malaysia
  10. Asia NetLife PTE Ltd, Singapore for RCMA, USA

Penjualan Long Term Contract :

  1. Howe Industrial Supplies Ltd, Hongkong for RCMA, USA : Periode Agustus – Desember 2015
  2. PT Wilson Lautan Karet, Banjarmasin : Periode April – Desember 2016

 

Truck pengangkut SIR20truck with banner

SIR20 PTNB tiba di Depo SPIL Japfa Surabaya tgl. 31 Okt 2014

SIR20 PTNB tiba di Depo SPIL Japfa Surabaya tgl. 31 Okt 2014

Restuffing dari container lokal ke container eksport tgl. 31 Okt 2014

Restuffing dari container lokal ke container eksport tgl. 31 Okt 2014

Kami bisa ekspor ke Amerika Serikat.

Kami bisa ekspor ke Amerika Serikat.

SIR20 sebelum dimasukkan ke dalam container, dipastikan kebersihannya

SIR20 sebelum dimasukkan ke dalam container, dipastikan kebersihannya

Stuffing-21062014-14aMutu03DSC04278IMG_6850

Pemasaran SIR

  • Pemasaran dilaksanakan sendiri oleh PT Nusantara Batulicin, dengan menghubungi pembeli yang sudah dikenal maupun promosi melalui website. Beberapa calon pembeli telah melakukan pendekatan, baik dari dalam maupun dari luar negeri (Singapura, Malaysia, China, Pakistan, India, Jerman, Amerika Serikat).
  • Kedekatan letak lokasi pabrik karet dengan Pelabuhan Samudera Batulicin memudahkan pengiriman SIR ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai Pelabuhan Ekspor.
  • Penetapan harga jual SIR berdasarkan informasi harga Sicom Settlement pada bulan pengiriman.
  • Penyerahan barang dapat berupa :
    • Franco Pabrik Karet PTNB
    • FOB Pelabuhan Samudera Batulicin
    • FOB Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
    • C/F Pelabuhan Pembeli
    • Door Gudang Pembeli
    • dan lain-lain
  • Pengurusan dokumen ekspor oleh PTNB sebagai Seller, namun dapat juga oleh Buyer ; demikian juga dokumen karantina dan lainnya.
  • Sistim pembayaran dapat berupa :
    • Cash Before Delivery (CBD)
    • Cash Against Documents Received (CAD)
    • CAD with Down Payment (DP)
    • Letter of Credits (L/C) at sight
  • Sistim penjualan dapat berupa :
    • Reguler
    • Long Term Contract (LTC)

 

09-SIR20-slider 18-SIR dalam balIMG20150707102617-1 IMG20150923130329

Mutu Produksi

  • Untuk menjaga keberlangsungan perusahaan di tengah persaingan industri karet dunia, PT Nusantara Batulicin sangat memperhatikan kepuasan pelanggan melalui kepercayaan terhadap mutu karet yang dihasilkan.
  • Penjaminan kualitas diawali sejak penerimaan bahan baku, pengolahan, pengepakan, penyimpanan di gudang, pengiriman ke Pelabuhan Batulicin, Pelabuhan Surabaya, hingga barang diterima pembeli.
  • Pada saat ditemukan penyimpangan kualitas (produk rusak, kemasan rusak, kontaminan), maka perusahaan langsung menanganinya, misalnya dengan menarik dan mengganti barang terkirim, dan menjadikan kejadian ini sebagai umpan balik untuk perbaikan.
  • Persyaratan perijinan produk, meliputi Tanda Pengenal Produsen, Sertifikat SNI, Sertifikat ISO, telah didapatkan, demikian juga persyaratan perdagangan luar negeri, meliputi Nomor Induk Kepabeanan, Kesepakatan Pertukaran Data Elektronik dengan Bea Cukai.
  • Pembentukan budaya mutu dan kepercayaan pelanggan secara konsisten ditanamkan terus kepada karyawan.

Sertifikat SNISertifikat ISO2Sertifikat ISO1???????????????????????????????IMG-20140807-0327615-SIR belum dikemas

Pengolahan Karet

  • Berbeda dengan pabrik karet remah pada umumnya dimana maturasi dilakukan terhadap lembaran blanket hasil proses basah, maka proses maturasi di PTNB disederhanakan dengan cara menyimpan remahan / butiran karet selama beberapa hari agar kadar airnya turun, sekaligus terjadi peningkatan nilai plastisitas.
  • Sumber energi untuk proses pengeringan menggunakan batubara dengan harga yang lebih murah dibanding penggunaan solar. Oleh karena gas hasil pembakaran batubara mengandung SO2 dan jenis senyawa lain yang dapat menurunkan mutu karet, maka digunakan peralatan HE (Heat Exchanger) dengan oli sebagai media pembawa panasnya.
  • Hasil produksi akhir berupa SIR-20 (diarahkan juga untuk kualitas yang lebih tinggi, yaitu SIR-10).

10-Gudang Maturasi11-Remahan keringBlending TankPKR-PTNB1219-Stasiun TOH01

Pabrik Karet Remah

Pabrik dibangun dengan kapasitas 18.000 ton karet kering per tahun atau 60 ton per hari.

Pabrik mulai dibangun pada Maret 2012 dan diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan pada 8 April 2013.

Kapasitas terpasang pabrik crumb rubber saat ini mampu menyerap seluruh bahan olah karet dari produksi kebun karet di Kabupaten Tanah Bumbu.

Bahan baku pabrik crumb rubber berupa bahan olah karet (Bokar) dengan sumber bahan baku karet meliputi produksi dari :

  • Kebun Inti dan Plasma PTPN XIII (Persero) di Batulicin,
  • Kebun Swadaya masyarakat dan Kebun Swasta di Kabupaten Tanah Bumbu,
  • Kebun Swadaya masyarakat dan Kebun Swasta di Kabupaten Kotabaru,
  • Kebun Swadaya masyarakat dan Kebun Swasta di sekitarnya.

pembangunan-pabrik-1http://nusantarabatulicin.com/wp-content/uploads/2014/02/pembangunan-pabrik-2.jpg

Pelayanan Pembelian Bokar

  • Harga fleksibel sesuai informasi terakhir,
  • Penentuan KKK yang cepat,
  • Pembayaran secara tunai,
  • Prosedur sederhana.
  • Tempat transaksi nyaman,
  • Pelayanan yang ramah,
  • Dilakukan secara transparan,
  • Ruang tunggu pembayaran yang nyaman (disediakan air mineral & TV),
  • Disediakan fasilitas cuci mobil.
  • Disediakan bahan penggumpal Asam Semut Siap Pakai

07-PenerimaanBokar1-sliderbokarbokar, petani20160407_111054

Pengadaan Bahan Olah Karet (Bokar)

Untuk saat ini, sumber bahan baku berasal dari :

  • Kebun Inti & Plasma PTPNXIII Batulicin & Pamukan Prop. Kalimantan Selatan
  • Kebun Petani Karet Kabupaten Tanah Bumbu (prioritas)
  • Kebun Petani Karet Kabupaten Kotabaru
  • Kebun Swasta Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru

Direncanakan akan dibangun kebun karet seluas 3.000 ha Inti dan 5.620 ha Plasma, sebagai sumber utama penyediaan bahan baku.

Truck Pengangkut BokarBongkar BokarPengadaan-Bahan-Olah-Karet-1